BMKG: Waspadai banjir dan longsor
Selasa, 27 November 2018 10:52 WIB
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Bambang Setiajid (ANTARA Foto/ist)
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang mengingatkan masyarakat di Nusa Tenggara Timur untuk mewasdapi potensi banjir dan tanah longsor akibat hujan deras dalam lima hari ke depan.
"Hingga lima hari ke depan, akan terjadi hujan deras yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor di wilayah Nusa Tenggara, sehingga harus diwaspadai," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Bambang Setiajid kepada Antara di Kupang, Selasa (27/11).
Kondisi ini, menurut dia, karena adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa yang cukup persisten hingga tiga hari ke depan, yang mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi cuaca tersebut, memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, adanya aliran massa udara basah yang masuk dari Samudera Hindia, turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Maluku.
Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan deras yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam lima hari kedepan (26–30) November 2018.
Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan karena kondisi cuaca tersebut.
"Dampak lanjutan dari hujan tersebut dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," demikian Bambang Setiajid.
Baca juga: Warga Nagekeo Meninggal Tertimbun Longsor
Baca juga: Distribusikan bantuan untuk korban tanah longsor di Nagekeo
"Hingga lima hari ke depan, akan terjadi hujan deras yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor di wilayah Nusa Tenggara, sehingga harus diwaspadai," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Bambang Setiajid kepada Antara di Kupang, Selasa (27/11).
Kondisi ini, menurut dia, karena adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa yang cukup persisten hingga tiga hari ke depan, yang mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi cuaca tersebut, memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, adanya aliran massa udara basah yang masuk dari Samudera Hindia, turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Maluku.
Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan deras yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam lima hari kedepan (26–30) November 2018.
Karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan karena kondisi cuaca tersebut.
"Dampak lanjutan dari hujan tersebut dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," demikian Bambang Setiajid.
Baca juga: Warga Nagekeo Meninggal Tertimbun Longsor
Baca juga: Distribusikan bantuan untuk korban tanah longsor di Nagekeo
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026
16 January 2026 6:47 WIB
Liga Champions - Hattrick Fermin Lopez warnai kemenangan Barcelona atas Olympiacos
22 October 2025 6:27 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
Kemenag Manggarai memperkuat kepercayaan konsumen lewat sertifikasi halal
02 February 2026 19:40 WIB