Siklon tropis Kenanga bergerak menjauh
Selasa, 18 Desember 2018 11:00 WIB
Siklon tropis Kenanga yang baru tumbuh padai 15 - 16 Desember 2018. (ANTARA Foto/ist)
Kupang (ANTARA News NTT) - Siklon tropis Kenanga yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan terus bergerak menjauh sehingga keadaan cuaca di wilayah perairan NTT diharapkan semakin tenang.
"Arah pergerakan siklon tropis Kenanga mulai menjauh dari wilayah NTT, sehingga diperkirakan gelombang di wilayah perairan NTT dalam beberapa hari ke depan tidak menjadi lebih buruk," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang, Bambang Santiajid kepada Antara di Kupang, Selasa (18/12).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan siklon tropis Kenanga, dan dampaknya terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan laut NTT.
Menurut dia, saat ini posisi siklon berada di Samudera Hindia barat daya Bengkulu pada 10.6 Lintang Selatan, dan 90.7 Bujur Timur km sebelah barat daya Kerinci.
"Arah dan kecepatan gerak, Barat Daya kecepatan tujuh knots (13 km/jam), bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, sementara tekanan rendah 990 mb," kata Bambang menjelaskan. Siklon tropis Kenanga yang baru tumbuh pada 15 - 16 Desember 2018. (ANTARA Foto/istimewa) Mengenai dampak terhadap gelombang laut, dia mengatakan, siklon tersebut telah berdampak terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan bagian barat, dan laut Sawu hingga beberapa hari ke depan.
Menurut dia, gelombang setinggi 3.0 meter berpotensi terjadi di perairan laut Samudera Hindia selatan NTT, dan laut Timor selatan NTT.
Sementara potensi gelombang setinggi 2,5 meter terjadi di Perairan Selat Sumba, laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba dan perairan laut selatan Kupang.
Selain itu, potensi gelombang setinggi 2.0 meter juga terjadi di perairan Selat Sape dan Selat Ombai. "Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lipat dari prakiraan," katanya. Dampak yang diakibat masyarakat dari ganasnya siklon tropis Kenanga ini. (ANTARA Foto/istimewa)
"Arah pergerakan siklon tropis Kenanga mulai menjauh dari wilayah NTT, sehingga diperkirakan gelombang di wilayah perairan NTT dalam beberapa hari ke depan tidak menjadi lebih buruk," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang, Bambang Santiajid kepada Antara di Kupang, Selasa (18/12).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan siklon tropis Kenanga, dan dampaknya terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan laut NTT.
Menurut dia, saat ini posisi siklon berada di Samudera Hindia barat daya Bengkulu pada 10.6 Lintang Selatan, dan 90.7 Bujur Timur km sebelah barat daya Kerinci.
"Arah dan kecepatan gerak, Barat Daya kecepatan tujuh knots (13 km/jam), bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, sementara tekanan rendah 990 mb," kata Bambang menjelaskan. Siklon tropis Kenanga yang baru tumbuh pada 15 - 16 Desember 2018. (ANTARA Foto/istimewa) Mengenai dampak terhadap gelombang laut, dia mengatakan, siklon tersebut telah berdampak terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan bagian barat, dan laut Sawu hingga beberapa hari ke depan.
Menurut dia, gelombang setinggi 3.0 meter berpotensi terjadi di perairan laut Samudera Hindia selatan NTT, dan laut Timor selatan NTT.
Sementara potensi gelombang setinggi 2,5 meter terjadi di Perairan Selat Sumba, laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba dan perairan laut selatan Kupang.
Selain itu, potensi gelombang setinggi 2.0 meter juga terjadi di perairan Selat Sape dan Selat Ombai. "Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lipat dari prakiraan," katanya. Dampak yang diakibat masyarakat dari ganasnya siklon tropis Kenanga ini. (ANTARA Foto/istimewa)
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo akibat pengaruh bibit siklon 96S
28 December 2025 6:18 WIB
BMKG: Dua bibit siklon terpantau di sekitar wilayah NTT yang berdampak hujan lebat
18 December 2025 14:11 WIB
BMKG: Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di Selat Malaka
27 November 2025 9:46 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB