Logo Header Antaranews Kupang

Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana

Jumat, 13 Februari 2026 17:00 WIB
Image Print
Gubernur NTT Melki Laka Lena (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Jumat (13/2). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan pemerintah menyiapkan beasiswa khusus bagi dokter yang akan mengambil jalur spesialis di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

"Selain beasiswa dari Kementerian, kita juga akan siapkan beasiswa daerah untuk mereka yang mau mengambil Prodi spesialis di Undana," katanya di Kupang, Jumat.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri peluncuran Prodi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam program akselerasi mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, dengan adanya Prodi Spesialis dan Subspesialis ini, maka dokter yang ingin mengambil jalur spesialis tidak perlu lagi harus ke luar NTT.

Namun Melki memberikan penekanan bahwa yang sudah lulus di prodi spesialis itu wajib berpraktik atau bekerja di NTT untuk membantu pelayanan kesehatan.

"Jadi jangan kuliah di Undana, nanti lulus, dia lompat kerja di tempat lain di luar NTT," tambah dia.

Karena itu untuk yang mendapatkan bantuan beasiswa akan diseleksi ketat agar yang lulus akademiknya bagus akan dimasukkan di prodi baru tersebut di Undana.

Dia berharap kehadiran dua prodi ini mampu atasi masalah kekurangan dokter spesiaslis di NTT.

Sementara itu Rektor Undana Kupang Jefri S Bale mengatakan dua program studi tersebut yakni Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis serta Program Studi Obstetri dan Ginekologi Program Spesialis.

"Pembukaan dua prodi spesialis ini merupakan jawaban atas kerinduan dan kebutuhan nyata masyarakat NTT, khususnya dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis yang selama ini masih sangat terbatas," katanya.

Menurut dia, bidang kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pembukaan program studi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk tahap awal calon mahasiswa dokter spesialis yang diterima adalah lima orang. Sementara untuk tenaga pengajar sendiri tambah dia sudah disiapkan dari jauh-jauh hari sehingga sudah sangat mencukupi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026