PBB serukan Myanmar kembali ke demokrasi usai junta bubarkan parpol
Rabu, 29 Maret 2023 18:30 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi saat pertemuan bilateral Indonesia-Myanmar di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.
Ankara (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa menyatakan prihatin terhadap pembubaran partai politik pimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), oleh junta militer Myanmar.
"Ini adalah upaya lain menuju arah yang tidak kami inginkan," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
"Kami ingin melihat demokrasi kembali di Myanmar. Kami ingin melihat Aung San Suu Kyi dan yang lainnya yang saat ini ditahan, dibebaskan. Kami akan terus mengupayakan hal itu."
Junta Myanmar pada Selasa membubarkan 40 partai politik, termasuk partai pimpinan Aung San Suu Kyi, karena tidak mendaftarkan diri untuk mengikuti pemilihan umum sampai tenggat yang telah ditetapkan junta.
NLD memenangkan mayoritas kursi dalam parlemen Myanmar pada pemilu November 2020.
Myanmar tengah dilanda krisis setelah junta mengudeta pemerintahan terpilih Myanmar pimpinan Suu Kyi pada 1 Februari 2021.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB tuding junta Myanmar berupaya menutup akses ke pangan, dana dan informasi
Baca juga: Artikel - Menanti kiprah Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis Myanmar
"Ini adalah upaya lain menuju arah yang tidak kami inginkan," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
"Kami ingin melihat demokrasi kembali di Myanmar. Kami ingin melihat Aung San Suu Kyi dan yang lainnya yang saat ini ditahan, dibebaskan. Kami akan terus mengupayakan hal itu."
Junta Myanmar pada Selasa membubarkan 40 partai politik, termasuk partai pimpinan Aung San Suu Kyi, karena tidak mendaftarkan diri untuk mengikuti pemilihan umum sampai tenggat yang telah ditetapkan junta.
NLD memenangkan mayoritas kursi dalam parlemen Myanmar pada pemilu November 2020.
Myanmar tengah dilanda krisis setelah junta mengudeta pemerintahan terpilih Myanmar pimpinan Suu Kyi pada 1 Februari 2021.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB tuding junta Myanmar berupaya menutup akses ke pangan, dana dan informasi
Baca juga: Artikel - Menanti kiprah Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis Myanmar
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Asia U-20 Putri: Indonesia di posisi ketiga klasemen sementara
07 August 2025 7:53 WIB
Kemhan berhasil memulangkan selebgram Arnold Putra yang sempat ditahan di Myanmar
22 July 2025 11:28 WIB
Korban tewas akibat gempa di Myanmar melonjak, junta minta bantuan internasional
29 March 2025 2:49 WIB
Gempa Myanmar-Thailand menewaskan sedikitnya 26 orang dan 43 lainnya terluka
28 March 2025 21:25 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB
Putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi dilaporkan tewas dibunuh di kediamannya
04 February 2026 15:16 WIB
Mantan petinggi badan penasihat China dihukum seumur hidup karena terima suap
04 February 2026 6:24 WIB
Prabowo mengingatkan ancaman Perang Dunia III saat berada di Rakornas 2026
02 February 2026 14:58 WIB