TNI/Polri berupaya segera bebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mahrtens
Kamis, 30 Maret 2023 12:57 WIB
Dokumentasi - Pilot Susi Air Philip Mark Mahrtens berkebangsaan Selandia Baru bersama KKB pimpinan Egianus Kogoya. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)
Jayapura (ANTARA) - TNI dan Polri berupaya untuk segera membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mahrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Papua.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri di Jayapura, Rabu, (29/3/2023) mengatakan berbagai upaya sedang diupayakan agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu dibebaskan dalam keadaan selamat dan sehat. Pencarian juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Nduga, dalam upaya pencarian dan pembebasan pilot tersebut.
"Kami masih berharap dapat melakukan negosiasi dengan kelompok yang melakukan penyanderaan, sehingga dapat dibebaskan tanpa gangguan berarti," kata Fakhiri.
Dia menambahkan berbagai langkah sudah dilakukan untuk membebaskan pilot serta saat ini sudah dicermati dengan teliti dan penuh kehati-hatian supaya pembebasan itu tidak berdampak pada masyarakat lain. Masyarakat di tiap distrik pun akan diperhatikan dengan serius sehingga keselamatan pilot dan masyarakat tetap terjaga.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pilot dapat segera dibebaskan karena saat ini anggota sedang berjibaku di lapangan," ujar Fakhiri.
Philip Mark Mahrtens disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023, sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Selain menyandera pilot, KKB juga membakar pesawat jenis Pilatus Porter milik Susi Air.
Baca juga: Polri sebut pilot Susi Air dalam keadaan baik
Baca juga: BNPT minta aparat tak ragu-ragu menggunakan hukum terorisme tindak KKB
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri di Jayapura, Rabu, (29/3/2023) mengatakan berbagai upaya sedang diupayakan agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu dibebaskan dalam keadaan selamat dan sehat. Pencarian juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Nduga, dalam upaya pencarian dan pembebasan pilot tersebut.
"Kami masih berharap dapat melakukan negosiasi dengan kelompok yang melakukan penyanderaan, sehingga dapat dibebaskan tanpa gangguan berarti," kata Fakhiri.
Dia menambahkan berbagai langkah sudah dilakukan untuk membebaskan pilot serta saat ini sudah dicermati dengan teliti dan penuh kehati-hatian supaya pembebasan itu tidak berdampak pada masyarakat lain. Masyarakat di tiap distrik pun akan diperhatikan dengan serius sehingga keselamatan pilot dan masyarakat tetap terjaga.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pilot dapat segera dibebaskan karena saat ini anggota sedang berjibaku di lapangan," ujar Fakhiri.
Philip Mark Mahrtens disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023, sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Selain menyandera pilot, KKB juga membakar pesawat jenis Pilatus Porter milik Susi Air.
Baca juga: Polri sebut pilot Susi Air dalam keadaan baik
Baca juga: BNPT minta aparat tak ragu-ragu menggunakan hukum terorisme tindak KKB
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
TNI-Polri berhasil evakuasi jenazah pilot Smart Air dari Korowai ke Timika
12 February 2026 15:31 WIB
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Asosiasi pelaku usaha mendukung Polri-BNN tindak penyalahgunaan narkoba lewat "vape"
05 February 2026 13:52 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB