Gencatan senjata gagal di Sudan
Minggu, 23 April 2023 19:18 WIB
Sebuah pesawat tempur terbang di atas Khartoum selama bentrokan antara Pasukan Pendukung Cepat (RSF) dan tentara di Khartoum, Sudan, Sabtu (15/4/2023). (REUTERS/Stringer)
Khartoum (ANTARA) - Gencatan senjata selama 72 jam telah gagal di Sudan saat pertempuran berlanjut antara tentara nasional dengan kelompok paramiliter, menurut asosiasi dokter lokal pada Sabtu (22/4).
Rumah sakit terus menjadi sasaran konflik akibat kedua pihak yaitu Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) gagal memenuhi komitmen mereka saat gencatan senjata, kata Komite Pusat Dokter Sudan (CCSD).
Seorang koresponden Anadolu di lapangan mengatakan pertempuran telah meluas ke Bahri dan Omdurman, kota-kota yang bersebelahan dengan ibu kota Khartoum, di mana konflik saat ini terjadi pada 15 April.
CCSD menekankan bahwa pertempuran juga terjadi di sekitar markas besar tentara dan istana kepresidenan.
Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, dengan tentara mengklaim jika RSF terus mendesak ke Khartoum, sementara paramiliter mengatakan SAF telah menyerang pasukannya di beberapa lokasi.
Sementara itu, proses evakuasi diplomat asing dimulai saat kedua pihak yang berperang menunjukkan kesediaan membuka bandara-bandara.
SAF mengatakan dalam pernyataan melalui Facebook bahwa panglima militer Jenderal Abdel Fattah Burhan telah menerima permintaan dari sejumlah negara untuk mengizinkan evakuasi warga negara mereka.
"Kami menunggu proses dimulai dalam beberapa jam ke depan saat Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan China menyediakan pesawat militer untuk evakuasi di Khartoum," kata pernyataan itu.
Pernyataan itu menambahkan bahwa misi diplomatik Saudi menjadi negara pertama yang mengevakuasi warga negara mereka melalui Port Sudan, menambahkan bahwa Yordania juga akan menggunakan rute yang sama.
Pertempuran terjadi selama lebih dari seminggu antara SAF dengan RSF, dengan tercatat lebih dari 300 warga sipil tewas dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka, menurut angka dari PBB.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menlu AS serukan dua jenderal Sudan wujudkan gencatan senjata
Baca juga: Sekjen PBB kutuk pembunuhan tiga pekerja PBB di Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gencatan senjata gagal di Sudan, pertempuran berlanjut
Rumah sakit terus menjadi sasaran konflik akibat kedua pihak yaitu Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF) gagal memenuhi komitmen mereka saat gencatan senjata, kata Komite Pusat Dokter Sudan (CCSD).
Seorang koresponden Anadolu di lapangan mengatakan pertempuran telah meluas ke Bahri dan Omdurman, kota-kota yang bersebelahan dengan ibu kota Khartoum, di mana konflik saat ini terjadi pada 15 April.
CCSD menekankan bahwa pertempuran juga terjadi di sekitar markas besar tentara dan istana kepresidenan.
Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, dengan tentara mengklaim jika RSF terus mendesak ke Khartoum, sementara paramiliter mengatakan SAF telah menyerang pasukannya di beberapa lokasi.
Sementara itu, proses evakuasi diplomat asing dimulai saat kedua pihak yang berperang menunjukkan kesediaan membuka bandara-bandara.
SAF mengatakan dalam pernyataan melalui Facebook bahwa panglima militer Jenderal Abdel Fattah Burhan telah menerima permintaan dari sejumlah negara untuk mengizinkan evakuasi warga negara mereka.
"Kami menunggu proses dimulai dalam beberapa jam ke depan saat Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan China menyediakan pesawat militer untuk evakuasi di Khartoum," kata pernyataan itu.
Pernyataan itu menambahkan bahwa misi diplomatik Saudi menjadi negara pertama yang mengevakuasi warga negara mereka melalui Port Sudan, menambahkan bahwa Yordania juga akan menggunakan rute yang sama.
Pertempuran terjadi selama lebih dari seminggu antara SAF dengan RSF, dengan tercatat lebih dari 300 warga sipil tewas dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka, menurut angka dari PBB.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menlu AS serukan dua jenderal Sudan wujudkan gencatan senjata
Baca juga: Sekjen PBB kutuk pembunuhan tiga pekerja PBB di Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gencatan senjata gagal di Sudan, pertempuran berlanjut
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pentagon bilang sejumlah tentara Korut sudah di dekat perbatasan Ukraina
30 October 2024 16:00 WIB, 2024
Tentara Israel kembali keluarkan perintah evakuasi di Kota Khan Younis, Jalur Gaza
14 August 2024 11:30 WIB, 2024
Beijing minta AS tak mencampuri latihan tentara PLA China di sekitar Taiwan
25 May 2024 10:21 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB