Logo Header Antaranews Kupang

China mengkritik RUU pengendalian ekspor AS

Sabtu, 25 April 2026 18:41 WIB
Image Print
Ilustrasi - Perang dagang USA dan China. ANTARA/Shutterstock/pri.

Istanbul (ANTARA) - China mengingatkan Amerika Serikat soal draf rancangan undang-undang (RUU) tentang pengendalian ekspor, yang baru saja dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, untuk menerapkan kontrol ekspor lebih ketat terhadap peralatan produksi chip canggih.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Sabtu, seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa RUU tersebut, jika resmi diberlakukan, akan secara serius merusak tatanan ekonomi dan perdagangan internasional.

Selain itu, secara signifikan RUU pengendalian ekspor AS itu akan mengganggu stabilitas industri semikonduktor global dan rantai pasokan. Sebelumnya, juru bicara tersebut telah menentang terhadap perluasan konsep keamanan nasional yang berlebihan dan penyalahgunaan pengendalian ekspor.

"China akan memantau dengan cermat proses legislatif, menilai dengan saksama dampaknya terhadap kepentingan China, dan mengambil langkah-langkah tegas dan perlu untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," kata juru bicara itu.

Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, pada awal April, telah mengesahkan UU Penyelarasan Multilateral Pengendalian Teknologi pada Perangkat Keras, yang dikenal sebagai MATCH Act, dan sejumlah RUU pengendalian ekspor.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China XI Jinping pada Mei mendatang. Awalnya, pertemuan Trump dan Xi itu dijadwalkan pada akhir Maret, tetapi ditunda karena perang Iran.

AS dan China, sebagai dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, tetap berselisih dalam berbagai isu, termasuk soal perdagangan dan Taiwan.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China kritik RUU pengendalian ekspor AS



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026