Menlu Rusia kecam kegagalan penerbitan visa AS bagi wartawan Rusia
Selasa, 25 April 2023 10:41 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berjalan menuju lokasi KTT G20 Indonesia, Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Menteri Luar Negeri Rusia mewakili Presiden Rusia Presiden Vladimir Putin yang berhalangan hadir di KTT G20 Indonesia. ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow tak akan melupakan atau memaafkan kegagalan penerbitan visa Amerika Serikat bagi wartawan Rusia yang akan menemaninya ke New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB.
"Yakinlah, kami tidak akan lupa, kami tidak akan memaafkan," kata Lavrov dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelum berangkat ke AS.
Lavrov mengatakan dia telah diperingatkan bahwa otoritas AS mungkin melakukan tindakan seperti itu, tetapi kali ini situasinya akan berbeda karena "perhatian tertuju pada perilaku mereka (AS) yang tercela".
Tindakan AS dengan tidak menerbitkan visa bagi wartawan Rusia, menurut Lavrov, telah membuat komitmen AS tentang kebebasan berbicara dan akses ke informasi menjadi konyol.
Dia pun menegaskan bahwa dunia akan memperhatikan pernyataan Rusia dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendatang.
"Kami juga harus bekerja untuk Anda (wartawan Rusia) dan menunjukkan lebih banyak energi, mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat dunia," kata Lavrov.
Dalam pernyataan selanjutnya, Zakharova mengatakan Lavrov tiba di New York dan akan memimpin pertemuan DK PBB di bawah presidensi Rusia.
Rusia, salah satu dari lima anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, menjabat sebagai Presiden DK PBB sejak 1 April 2023 di tengah kemarahan dan kritik dari Ukraina dan sekutunya atas invasi Moskow terhadap Kiev.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Blinken hubungi Menlu Rusia, minta jurnalis AS dibebaskan
Baca juga: Kremlin: Wartawan asing di Rusia tak perlu takut
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lavrov kecam kegagalan penerbitan visa AS bagi wartawan Rusia
"Yakinlah, kami tidak akan lupa, kami tidak akan memaafkan," kata Lavrov dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelum berangkat ke AS.
Lavrov mengatakan dia telah diperingatkan bahwa otoritas AS mungkin melakukan tindakan seperti itu, tetapi kali ini situasinya akan berbeda karena "perhatian tertuju pada perilaku mereka (AS) yang tercela".
Tindakan AS dengan tidak menerbitkan visa bagi wartawan Rusia, menurut Lavrov, telah membuat komitmen AS tentang kebebasan berbicara dan akses ke informasi menjadi konyol.
Dia pun menegaskan bahwa dunia akan memperhatikan pernyataan Rusia dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendatang.
"Kami juga harus bekerja untuk Anda (wartawan Rusia) dan menunjukkan lebih banyak energi, mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat dunia," kata Lavrov.
Dalam pernyataan selanjutnya, Zakharova mengatakan Lavrov tiba di New York dan akan memimpin pertemuan DK PBB di bawah presidensi Rusia.
Rusia, salah satu dari lima anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, menjabat sebagai Presiden DK PBB sejak 1 April 2023 di tengah kemarahan dan kritik dari Ukraina dan sekutunya atas invasi Moskow terhadap Kiev.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Blinken hubungi Menlu Rusia, minta jurnalis AS dibebaskan
Baca juga: Kremlin: Wartawan asing di Rusia tak perlu takut
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lavrov kecam kegagalan penerbitan visa AS bagi wartawan Rusia
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB
Seskab: Presiden Prabowo dan Presiden Putin menjajaki kebijakan bebas visa
12 December 2025 5:58 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB