Logo Header Antaranews Kupang

Undana Kupang menargetkan 2.000 Kursi SNBP 2026

Rabu, 18 Februari 2026 20:00 WIB
Image Print
Gedung rektorat Undana Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur menargetkan 2.000 kursi untuk seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) di tahun 2026.

"Dari total daya tampung Undana sebanyak 7.000 mahasiswa baru pada 2026, jalur SNBP dialokasikan sebesar 30 persen atau lebih dari 2.000 kursi," kata Wakil Rektor II Undana Prof Paul Gabriel Tamelan di Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan persiapan SNBP 2026. Dan target SNBP 2026 di universitas Nusa Cendana.

Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, manejeman telah menginstruksikan seluruh koordinator program studi (prodi) untuk aktif berkoordinasi dengan sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mengoptimalkan keterisian kuota SNBP itu.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi internal yang digelar menyusul hasil pemantauan yang menunjukkan jumlah pendaftar yang telah menyelesaikan proses submit belum mencapai angka ideal.

Paul Gabriel Tamelan, mengatakan rendahnya angka pendaftar bukan disebabkan minimnya minat siswa, melainkan kendala teknis terkait kepemilikan akun SNPMB.

“Banyak siswa terkendala jaringan internet saat fase aktivasi akun, sehingga belum memiliki akun SNPMB sebagai syarat administratif pendaftaran jalur prestasi,” kata Paul.

Ia menegaskan waktu pendaftaran yang tersisa dua hari harus dimanfaatkan secara maksimal dengan langkah jemput bola oleh masing-masing prodi.

“Saya minta para koordinator prodi segera berkoordinasi dengan sekolah, terutama memastikan siswa yang sudah memiliki akun sejak Desember atau Januari segera menuntaskan pendaftaran sebelum sistem ditutup,” ujarnya.

Undana menargetkan minimal 80 persen kuota SNBP dapat terisi guna menjaga keseimbangan distribusi mahasiswa baru serta menghindari penumpukan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri.

Pihak universitas berharap sekolah, guru, dan orang tua dapat bersinergi mendorong siswa segera melengkapi persyaratan administrasi agar kesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur tanpa tes tidak terlewatkan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026