Empat orang tewas dalam serangan Rusia di Ukraina
Jumat, 21 Juli 2023 10:22 WIB
Arsip - Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi resor yang terkena serangan rudal Rusia, saat Rusia melakukan serangan terhadap Ukraina, di wilayah Odesa, Ukraina, Senin (8/5/2023). ANTARA FOTO/Ho via Reuters-Layanan Pers Komando Operasi Selatan Angkatan Bersenjata Ukraina/hp.
Istanbul (ANTARA) - Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan 27 lainnya terluka dalam serangan pasukan Rusia di kota Odesa, selatan Ukraina dan wilayah Mykolaiv, kata seorang pejabat pada Kamis (20/7).
"Sayangnya, akibat serangan Rusia pada malam, satu orang tewas di Odesa, korban tewas adalah penjaga keamanan gedung, yang lahir pada 2002. Duka cita mendalam bagi keluarga dan teman," kata Gubernur Odesa Oleh Kiper dalam pernyataan di Telegram, seraya menambahkan kebakaran juga terjadi di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Kiper mengatakan satu mayat lagi ditemukan dari reruntuhan kawasan pemukiman Odesa dan ada sebanyak delapan orang terluka, termasuk tiga anggota Layanan Darurat Ukraina.
Kiper mengatakan pasukan pertahanan udara Ukraina telah menghancurkan 12 drone dan dua rudal yang melintasi Odesa, namun tidak semua rudal ditembak jatuh, terutama rudal tipe X-22 dan Onyx, yang ia gambarkan "sangat sulit dihancurkan."
Dia menambahkan bahwa serangan itu menghancurkan gedung pemerintahan di pusat kota Odesa dan merusak sejumlah bangunan lain, termasuk perumahan sambil melaporkan dalam pesan lain bahwa gedung Konsulat Jenderal China di kota itu juga rusak.
Secara terpisah, Serhiy Shaikhet, kepala Kepolisian Nasional Ukraina di wilayah Mykolaiv, mengatakan dua orang tewas dalam serangan pasukan Rusia di wilayah itu pada Kamis sore.
"Jasad seorang perempuan lanjut usia, istri dari pria yang tewas, ditemukan di bawah reruntuhan rumah yang rusak. Operasi pencarian masih berjalan," kata Shaikhet.
Ia memaparkan hal itu dampak dari rudal yang menghancurkan bangunan tiga lantai pada 4:35 dini hari waktu setempat (20.35 WIB).
Sebelumya, Gubernur Mykolaiv Vitally Kim mengatakan lewat Telegram bahwa 19 orang terluka akibat serangan rudal pada bangunan tiga lantai.
Dalam pesan Telegram, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia terus "menghancurkan kehidupan negara kami," seraya menambahkan bahwa "tidak ada rudal yang lebih kuat dari keteguhan kami menyelamatkan nyawa, mendukung satu sama lain dan menang."
"Saya berterima kasih kepada semuanya yang mendukung kota-kota kami, orang-orang kami, langit kami! Saya bersyukur kepada para pejuang, penyelamat, dokter, otoritas setempat, relawan..kepada semua yang terlibat dalam menghilangkan dampak teror Rusia!" lanjutnya.
"Saya berterima kasih kepada pekerja pelabuhan yang melakukan yang terbaik untuk menjaga infrastruktur! Kepada tim pembangun dan perbaikan yang membantu orang-orang memulihkan kondisi kehidupan normal!" katanya, menambahkan.
"Bersama kita akan lewati masa-masa mengerikan ini. Dan kami akan menahan serangan kejahatan Rusia,” ujar Zelenskyy.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Artikel - Menjaga agar tentara bayaran ala Wagner tak lagi menjadi alat konflik
Baca juga: Bom tandan pasokan AS telah tiba di Ukraina
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Empat tewas dan 27 luka-luka dalam serangan Rusia di Odesa, Ukraina
"Sayangnya, akibat serangan Rusia pada malam, satu orang tewas di Odesa, korban tewas adalah penjaga keamanan gedung, yang lahir pada 2002. Duka cita mendalam bagi keluarga dan teman," kata Gubernur Odesa Oleh Kiper dalam pernyataan di Telegram, seraya menambahkan kebakaran juga terjadi di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Kiper mengatakan satu mayat lagi ditemukan dari reruntuhan kawasan pemukiman Odesa dan ada sebanyak delapan orang terluka, termasuk tiga anggota Layanan Darurat Ukraina.
Kiper mengatakan pasukan pertahanan udara Ukraina telah menghancurkan 12 drone dan dua rudal yang melintasi Odesa, namun tidak semua rudal ditembak jatuh, terutama rudal tipe X-22 dan Onyx, yang ia gambarkan "sangat sulit dihancurkan."
Dia menambahkan bahwa serangan itu menghancurkan gedung pemerintahan di pusat kota Odesa dan merusak sejumlah bangunan lain, termasuk perumahan sambil melaporkan dalam pesan lain bahwa gedung Konsulat Jenderal China di kota itu juga rusak.
Secara terpisah, Serhiy Shaikhet, kepala Kepolisian Nasional Ukraina di wilayah Mykolaiv, mengatakan dua orang tewas dalam serangan pasukan Rusia di wilayah itu pada Kamis sore.
"Jasad seorang perempuan lanjut usia, istri dari pria yang tewas, ditemukan di bawah reruntuhan rumah yang rusak. Operasi pencarian masih berjalan," kata Shaikhet.
Ia memaparkan hal itu dampak dari rudal yang menghancurkan bangunan tiga lantai pada 4:35 dini hari waktu setempat (20.35 WIB).
Sebelumya, Gubernur Mykolaiv Vitally Kim mengatakan lewat Telegram bahwa 19 orang terluka akibat serangan rudal pada bangunan tiga lantai.
Dalam pesan Telegram, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia terus "menghancurkan kehidupan negara kami," seraya menambahkan bahwa "tidak ada rudal yang lebih kuat dari keteguhan kami menyelamatkan nyawa, mendukung satu sama lain dan menang."
"Saya berterima kasih kepada semuanya yang mendukung kota-kota kami, orang-orang kami, langit kami! Saya bersyukur kepada para pejuang, penyelamat, dokter, otoritas setempat, relawan..kepada semua yang terlibat dalam menghilangkan dampak teror Rusia!" lanjutnya.
"Saya berterima kasih kepada pekerja pelabuhan yang melakukan yang terbaik untuk menjaga infrastruktur! Kepada tim pembangun dan perbaikan yang membantu orang-orang memulihkan kondisi kehidupan normal!" katanya, menambahkan.
"Bersama kita akan lewati masa-masa mengerikan ini. Dan kami akan menahan serangan kejahatan Rusia,” ujar Zelenskyy.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Artikel - Menjaga agar tentara bayaran ala Wagner tak lagi menjadi alat konflik
Baca juga: Bom tandan pasokan AS telah tiba di Ukraina
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Empat tewas dan 27 luka-luka dalam serangan Rusia di Odesa, Ukraina
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB
Seskab: Presiden Prabowo dan Presiden Putin menjajaki kebijakan bebas visa
12 December 2025 5:58 WIB
Terpopuler - Internasional
Cerita bahagia dari Kupang-NTT: Saat loyalitas pelanggan dan outlet berbuah apresiasi
09 February 2026 14:12 WIB
Lihat Juga
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB
Putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi dilaporkan tewas dibunuh di kediamannya
04 February 2026 15:16 WIB
Mantan petinggi badan penasihat China dihukum seumur hidup karena terima suap
04 February 2026 6:24 WIB
Prabowo mengingatkan ancaman Perang Dunia III saat berada di Rakornas 2026
02 February 2026 14:58 WIB