DK PBB bahas upaya akhiri konflik di Sudan
Kamis, 10 Agustus 2023 12:37 WIB
Asap mengepul di udara dari sebuah gedung yang terbakar akibat bentrokan antara angkatan bersenjata pemerintah Sudan dengan kelompok paramiliter RSF di Khartoum, Sudan. (Xinhua)
Washington (ANTARA) - Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (9/8) menyambut baik upaya yang sedang dijalankan oleh Uni Afrika (AU) dan blok perdagangan Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan (IGAD) untuk mengakhiri konflik di Sudan.
Asisten Sekjen PBB Martha Ama A Pobee menegaskan bahwa Misi Bantuan Transisi Terintegrasi PBB di Sudan (UNITAMS) terus berkomitmen untuk mendukung upaya itu, termasuk melalui Mekanisme Perluasan yang dipimpin AU dan Kelompok Inti, yang merupakan bagian dari PBB.
“Kami juga menyambut baik upaya berkelanjutan dari AS dan Arab Saudi untuk memfasilitasi negosiasi antara pihak yang berkonflik di Jeddah, serta inisiatif negara tetangga Sudan untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut," katanya.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Sudan.
Dia mengatakan Khartoum --ibu kota Sudan-- tetap menjadi pusat konflik, sementara pertempuran antar pihak terus berlanjut di Bahri, Omdurman, dan Darfur.
Ketika menyoroti penderitaan yang luar biasa yang dialami orang-orang di wilayah Darfur, dia mengatakan pertempuran di ibu kota Sudan membuka kembali luka lama atas ketegangan etnis dari konflik masa lalu di wilayah tersebut.
“Konflik di Sudan terus berdampak besar pada negara dan rakyatnya yang terus menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan. Kebutuhan kemanusiaan dan perlindungan meningkat dari hari ke hari tanpa ada tanda-tanda penangguhan hukuman," ujar Pobee.
“Semakin lama perang ini berlanjut, semakin besar risiko perpecahan, campur tangan asing, dan erosi kedaulatan, serta hilangnya masa depan Sudan,” kata dia, memperingatkan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sudan sebut kepala misi PBB "persona non grata"
Baca juga: Artikel - Anatomi konflik Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dewan Keamanan PBB bahas upaya akhiri konflik di Sudan
Asisten Sekjen PBB Martha Ama A Pobee menegaskan bahwa Misi Bantuan Transisi Terintegrasi PBB di Sudan (UNITAMS) terus berkomitmen untuk mendukung upaya itu, termasuk melalui Mekanisme Perluasan yang dipimpin AU dan Kelompok Inti, yang merupakan bagian dari PBB.
“Kami juga menyambut baik upaya berkelanjutan dari AS dan Arab Saudi untuk memfasilitasi negosiasi antara pihak yang berkonflik di Jeddah, serta inisiatif negara tetangga Sudan untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut," katanya.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Sudan.
Dia mengatakan Khartoum --ibu kota Sudan-- tetap menjadi pusat konflik, sementara pertempuran antar pihak terus berlanjut di Bahri, Omdurman, dan Darfur.
Ketika menyoroti penderitaan yang luar biasa yang dialami orang-orang di wilayah Darfur, dia mengatakan pertempuran di ibu kota Sudan membuka kembali luka lama atas ketegangan etnis dari konflik masa lalu di wilayah tersebut.
“Konflik di Sudan terus berdampak besar pada negara dan rakyatnya yang terus menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan. Kebutuhan kemanusiaan dan perlindungan meningkat dari hari ke hari tanpa ada tanda-tanda penangguhan hukuman," ujar Pobee.
“Semakin lama perang ini berlanjut, semakin besar risiko perpecahan, campur tangan asing, dan erosi kedaulatan, serta hilangnya masa depan Sudan,” kata dia, memperingatkan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sudan sebut kepala misi PBB "persona non grata"
Baca juga: Artikel - Anatomi konflik Sudan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dewan Keamanan PBB bahas upaya akhiri konflik di Sudan
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Pemerintah Venezuela: Aksi militer AS terhadap Presiden Maduro dipicu sumber daya alam
06 January 2026 12:13 WIB
Polisi : Situasi keamanan di Atambua pasca bentrok polisi-warga sudah kondusif
06 December 2025 10:24 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB