Logo Header Antaranews Kupang

Menkeu menegaskan tak bakal ubah batas defisit demi ekspansi ekonomi

Sabtu, 14 Februari 2026 08:19 WIB
Image Print
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan mengubah batas defisit 3 persen meski menargetkan ekspansi ekonomi lebih tinggi, fokus mengoptimalkan fiskal, menjaga sinkronisasi dengan kebijakan moneter, serta mengandalkan investasi untuk mendorong pertumbuhan.

“Tidak (tidak akan ubah batas defisit). Saya akan fokus di 3 persen dan mengoptimalkan ruang yang ada untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya setelah acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.

Menurutnya, strategi yang dilakukan pemerintah terbukti berhasil meski sempat diragukan. Dengan defisit tetap di bawah 3 persen, pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,39 persen pada kuartal IV 2025 dan dinilai menjadi titik lepas dari stagnasi di kisaran 5 persen.

Ke depan, Purbaya optimistis kinerja ekonomi akan lebih baik dengan mengoptimalkan ruang fiskal yang tersedia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter juga terus dijaga agar keduanya optimal dalam mendorong ekonomi.

Yang lebih penting, imbuh dia, pemerintah mempercepat debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi guna memperkuat mesin pertumbuhan, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.

Terkait kemungkinan mengejar pertumbuhan 8 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Purbaya menyebut evaluasi kebutuhan ruang fiskal tambahan akan dilakukan bila diperlukan.

Namun, ia meyakini tambahan tersebut tidak diperlukan, karena terdapat indikasi investor besar akan masuk dalam waktu tidak terlalu lama.

Purbaya juga meyakini kondisi fiskal tetap terkendali hingga 2032. Kebijakan kontra-siklikal atau tambahan stimulus akan dipertimbangkan apabila benar-benar dibutuhkan untuk lebih mempercepat pertumbuhan.

“Tapi, sekarang tidak ada niat untuk menembus 3 persen atau minta evaluasi batas 3 persen itu perlu diubah atau tidak,” kata dia.

Untuk diketahui, realisasi sementara APBN Tahun 2025 mencetak defisit menjadi Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.

Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.

Dalam sesi diskusi panel Indonesia Economic Outlook 2026, Purbaya menjelaskan bahwa defisit berada di sekitar 2,9 persen sebagai bagian dari program kontra-siklikal untuk membalikkan arah perekonomian dari kondisi melemah menjadi kembali menguat.

Langkah tersebut, menurutnya, tetap ditempuh tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal. Defisit dijaga tidak menembus batas 3 persen dari PDB dan posisi utang disebut masih terkendali.

“Kita berhasil membalik arah ekonomi dengan fiskal yang tetap terjaga,” kata Purbaya.

Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat pada 2025, akan berlanjut hingga 2026. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan diproyeksikan berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen. Jika proyeksi itu tercapai, Indonesia dinilai telah keluar dari stagnasi pertumbuhan di level 5 persen.

Tak hanya itu, merujuk perkembangan leading economic index (LEI) dan coincident economic index (CEI), Purbaya juga meyakini ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, atau setidaknya sampai 2033.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkeu tegaskan tak bakal ubah batas defisit demi ekspansi ekonomi



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026