Kupang (ANTARA) - Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia G.L. Kalake mengatakan ketersediaan air yang ada di bendungan Mbai Lambo selain dimanfaatkan untuk pertanian juga guna memenuhi ketersediaan air bersih bagi kebutuhan warga Mbai di Kabupaten Nagekeo.

"Kapasitas tampungan air bendungan Mbai Lambo sangat besar, sehingga selain untuk kebutuhan pertanian juga dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum bersih bagi warga saat musim kemarau," kata Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia G.L. Kalake di Kupang, Selasa, (16/12/2023).

Ayodhia G.L. Kalake mengatakan hal itu terkait manfaat adanya Bendungan Mbai Lambo di Kabupaten Nagekeo yang sedang dalam proses pembangunan terhadap kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Dia mengatakan Bendungan Mbai Lambo memiliki kapasitas tampung mencapai 51,74 juta meter kubik dengan lusa bentangan genangan mencapai 499,5 hektare.

Bendungan Mba Lambo akan mengairi sekitar 4.200 hektare lahan pertanian termasuk penambahan pengembangan yang mencapai 1.900 hektare.

Menurut Ayodhia G.L. Kalake pembangunan Bendungan Mbay Lambo bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi beras di Nagekeo hingga 250 persen atau 2,5 kali lipat dari produksi sebelumnya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pembangunan Bendungan Mbay langkah strategi capai kedaulatan pangan

Selain itu kata dia air yang ada di Bendung Mbai Lambo juga untuk memenuhi ketersediaan air minum di musim kemarau bagi warga di Mbai Kabupaten Nagekeo.


Baca juga: BWS sebut pembangunan Bendungan Temef selesai akhir 2023

"Kami berharap agar Penjabat Bupati Nagekeo Raimundus Raymond Nggajo dapat memantau dan mengawasi secara berkala progres pembangunan bendungan Mbai Lambo agar dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada akhir tahun 2024," kata Ayodhia G.L. Kalake.

Baca juga: Waskita Karya lanjutkan pembangunan Bendungan Temef Soe Paket IV

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024