Menteri BUMN berharap ANTARA tak menjadi sejarah
Minggu, 18 Februari 2024 22:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) didampingi Direktur Utama Perum LKBN Antara Akhmad Munir (tengah) dan Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Irfan Junaidi (kiri) melihat pameran foto bertajuk "Pers, Demokrasi, dan Pembangunan" di Ruang Galeri Komplek ANTARA Heritage Center Jakarta, Minggu (18/2/2024). ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengharapkan Perum LBKN ANTARA tidak menjadi sejarah, di mana ANTARA harus bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan industri pers saat ini dan ke depan.
"Saya terima kasih ANTARA ini tidak melupakan sejarahnya, tetapi yang saya lebih menakutkan jangan sampai ANTARA menjadi sejarah. Artinya, ANTARA harus benar-benar bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan industri pers yang hari ini juga terjadi di seluruh dunia," kata Erick saat memberi sambutan usai melihat pameran foto bertajuk "Pers, Demokrasi, dan Pembangunan" di Ruang Galeri Komplek ANTARA Heritage Center atau yang dulu dikenal dengan Gedung ANTARA Pasar Baru Jakarta, Minggu, (18/2/2014).
Ia menceritakan bagaimana perkembangan yang terjadi di media saat ini. Menurutnya, media sebagai institusi seharusnya menjadi check dan balance di dalam sebuah negara, bukan menjadi individu yang sekedar menyuarakan kepentingannya saja.
"Ini yang saya tekankan dan saya percaya yang membedakan kita tentu dengan sebuah institusi dan individu pasti kita lebih punya check and balance. Kalau individu pasti dia akan menyuarakan sekedar pendapatnya dan mungkin juga kepentingannya tanpa memikirkan konteks yang lebih lebar lagi tetapi kalau institusi saya rasa kekuatan kita menjadi check and balance ini yang terus harus dijaga," ucap Erick.
Untuk itu, ia juga mengharapkan ANTARA sebagai institusi bisa menjadi check and balance.
"Di situ lah saya berharap ANTARA tidak jadi sejarah, ANTARA harus tetap membuka perkembangan-perkembangan beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi tetapi juga saya masih meyakinkan sebuah institusi akan punya kekuatan kalau menjadi check and balance," kata Erick.
Untuk itu, ia mengharapkan ANTARA tetap menjadi media yang berkontribusi untuk kepentingan rakyat dengan pemberitaan yang baik dan tidak memecah belah bangsa.
"Itu menjadi stabilisasi yang harus dijaga ANTARA," kata Erik.
Perum LKBN ANTARA menyelenggarakan pameran foto berjudul "Pers, Demokrasi dan Pembangunan" yang menggambarkan dunia pers (kewartawanan) di Indonesia, mulai zaman revolusi hingga saat ini.
Beberapa foto yang ditampilkan juga memperlihatkan perjalanan Pemilu di Indonesia, mulai dari pemilu pertama tahun 1955 hingga kampanye Capres-Cawapres 2024.
Termasuk pula beberapa hasil pembangunan baik infrastruktur, sarana-prasarana umum sepanjang sepuluh tahun terakhir pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Baca juga: ANTARA kembangkan kawasan Pasar Baru bersama asosiasi pedagang
Baca juga: ANTARA raih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 kategori liputan media televisi
Baca juga: Wapres: Berkat ANTARA berita kemerdekaan RI tersebar ke seluruh penjuru dunia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri BUMN berharap ANTARA tidak menjadi sejarah
"Saya terima kasih ANTARA ini tidak melupakan sejarahnya, tetapi yang saya lebih menakutkan jangan sampai ANTARA menjadi sejarah. Artinya, ANTARA harus benar-benar bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan industri pers yang hari ini juga terjadi di seluruh dunia," kata Erick saat memberi sambutan usai melihat pameran foto bertajuk "Pers, Demokrasi, dan Pembangunan" di Ruang Galeri Komplek ANTARA Heritage Center atau yang dulu dikenal dengan Gedung ANTARA Pasar Baru Jakarta, Minggu, (18/2/2014).
Ia menceritakan bagaimana perkembangan yang terjadi di media saat ini. Menurutnya, media sebagai institusi seharusnya menjadi check dan balance di dalam sebuah negara, bukan menjadi individu yang sekedar menyuarakan kepentingannya saja.
"Ini yang saya tekankan dan saya percaya yang membedakan kita tentu dengan sebuah institusi dan individu pasti kita lebih punya check and balance. Kalau individu pasti dia akan menyuarakan sekedar pendapatnya dan mungkin juga kepentingannya tanpa memikirkan konteks yang lebih lebar lagi tetapi kalau institusi saya rasa kekuatan kita menjadi check and balance ini yang terus harus dijaga," ucap Erick.
Untuk itu, ia juga mengharapkan ANTARA sebagai institusi bisa menjadi check and balance.
"Di situ lah saya berharap ANTARA tidak jadi sejarah, ANTARA harus tetap membuka perkembangan-perkembangan beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi tetapi juga saya masih meyakinkan sebuah institusi akan punya kekuatan kalau menjadi check and balance," kata Erick.
Untuk itu, ia mengharapkan ANTARA tetap menjadi media yang berkontribusi untuk kepentingan rakyat dengan pemberitaan yang baik dan tidak memecah belah bangsa.
"Itu menjadi stabilisasi yang harus dijaga ANTARA," kata Erik.
Perum LKBN ANTARA menyelenggarakan pameran foto berjudul "Pers, Demokrasi dan Pembangunan" yang menggambarkan dunia pers (kewartawanan) di Indonesia, mulai zaman revolusi hingga saat ini.
Beberapa foto yang ditampilkan juga memperlihatkan perjalanan Pemilu di Indonesia, mulai dari pemilu pertama tahun 1955 hingga kampanye Capres-Cawapres 2024.
Termasuk pula beberapa hasil pembangunan baik infrastruktur, sarana-prasarana umum sepanjang sepuluh tahun terakhir pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Baca juga: ANTARA kembangkan kawasan Pasar Baru bersama asosiasi pedagang
Baca juga: ANTARA raih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 kategori liputan media televisi
Baca juga: Wapres: Berkat ANTARA berita kemerdekaan RI tersebar ke seluruh penjuru dunia
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri BUMN berharap ANTARA tidak menjadi sejarah
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
Prabowo terima laporan dari Menpora peraih medali di SEA Games sudah terima bonus
08 January 2026 16:05 WIB
Menpora: Bonus peraih medali perak dan perunggu SEA Games 2025 masih dihitung
16 December 2025 10:00 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB