Dua SD di Kabupaten Kupang diterjang puting beliung
Minggu, 3 Februari 2019 18:07 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan. (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA News NTT) - Dua unit sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur diterjang puting beliung hingga seluruh bangunan rusak berat.
"Kondisi dua sekolah itu rata dengan tanah sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai tempat belajar bagi siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu (3/2).
Dia mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kupang pada pekan lalu mengakibatkan SD Camplong II di Kecamatan Fatuleu dan SD Hauniki di Kecamatan Takari rontok diterjang puting beliung.
"Dua unit SD ini merupakan sekolah darurat beratap alang-alang serta berdinding pelepah gewang yang kondisinya sudah rapuh, namun masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar bagi siswa," kata Imanuel.
Saat ini, masyarakat bersama aparat pemerintah desa setempat telah membangun sekolah darurat di sekitar bangunan sekolah yang rusak itu sehingga kegiatan belajar mengajar bagi para siswa tetap berlangsung.
Menurut dia, pemerintah daerah masih berupaya untuk mengalokasikan anggaran guna membantu membangun dua unit sekolah yang rusak akibat bencana angin puting beliung itu.
Baca juga: 200 Siswa SD Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah
Baca juga: Aktifitas di SD Tuakau Kembali Normal
"Kondisi dua sekolah itu rata dengan tanah sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai tempat belajar bagi siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu (3/2).
Dia mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kupang pada pekan lalu mengakibatkan SD Camplong II di Kecamatan Fatuleu dan SD Hauniki di Kecamatan Takari rontok diterjang puting beliung.
"Dua unit SD ini merupakan sekolah darurat beratap alang-alang serta berdinding pelepah gewang yang kondisinya sudah rapuh, namun masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar bagi siswa," kata Imanuel.
Saat ini, masyarakat bersama aparat pemerintah desa setempat telah membangun sekolah darurat di sekitar bangunan sekolah yang rusak itu sehingga kegiatan belajar mengajar bagi para siswa tetap berlangsung.
Menurut dia, pemerintah daerah masih berupaya untuk mengalokasikan anggaran guna membantu membangun dua unit sekolah yang rusak akibat bencana angin puting beliung itu.
Baca juga: 200 Siswa SD Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah
Baca juga: Aktifitas di SD Tuakau Kembali Normal
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB