Lembata aktifkan rantai komando desa waspadai cuaca ekstrem
Jumat, 5 April 2024 15:33 WIB
Kejadian bencana tanah longsor di Kabupaten Lembata, NTT, akibat curah hujan yang tinggi, Rabu (3/4/2024). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Larantuka (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaktifkan rantai komando desa untuk mewaspadai kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung hingga 9 April 2024.
"Ada rantai komando hingga ke desa dan sudah menyampaikan informasi cuaca ekstrem kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata Andris Koban ketika dihubungi dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Kamis, (4/4/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah NTT hingga 9 April 2024 yang dapat menyebabkan peningkatan curah hujan dan berdampak pada kejadian bencana.
Informasi dari BMKG itu pun disikapi oleh BPBD Lembata dengan memperkuat rantai komando desa yang meneruskan informasi dan melaporkan setiap kejadian bencana yang ada di desa.
"Rantai komando desa itu dipimpin langsung oleh kepala desa yang terhubung selama 24 jam untuk memberikan informasi kejadian bencana," ujar Andris.
Menurut dia, penanganan darurat bencana pun dilakukan apabila ada kejadian bencana sesuai dengan laporan yang masuk.
BPBD Kabupaten Lembata telah mendata sejumlah kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor di beberapa desa akibat curah hujan yang terjadi sejak Selasa (2/4).
Beberapa di antaranya longsor di Desa Liwulagan segmen jalan Liwulagan-Boto, longsor di segmen jalan Bakan-Lewaji, banjir di segmen jalan Wulandoni, serta banjir rendaman luapan sungai yang merendam rumah warga di Desa Lamalera A.
Koordinasi penanganan darurat pun berjalan dan melibatkan segenap unsur pemangku kepentingan kebencanaan seperti Dinas PUPR, Dinas Sosial, TNI, dan Polri.
Andris pun terus mengimbau masyarakat agar waspada dengan curah hujan yang tinggi saat cuaca ekstrem ini.
Langkah evakuasi mandiri harus segera dilakukan apabila durasi hujan cukup lama dengan intensitas yang cukup tinggi.
"Hati-hati saat beraktivitas," ucapnya.
Baca juga: BPBD Lembata data kejadian bencana karena cuaca ekstrem
Baca juga: BPBD Mabar imbau warga siaga bencana pada musim pancaroba
Baca juga: BNPB kembangkan sistem peringatan tanah longsor
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat NTT waspada bencana masa pancaroba
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Lembata aktifkan rantai komando desa waspadai cuaca ekstrem
"Ada rantai komando hingga ke desa dan sudah menyampaikan informasi cuaca ekstrem kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata Andris Koban ketika dihubungi dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Kamis, (4/4/2024).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah NTT hingga 9 April 2024 yang dapat menyebabkan peningkatan curah hujan dan berdampak pada kejadian bencana.
Informasi dari BMKG itu pun disikapi oleh BPBD Lembata dengan memperkuat rantai komando desa yang meneruskan informasi dan melaporkan setiap kejadian bencana yang ada di desa.
"Rantai komando desa itu dipimpin langsung oleh kepala desa yang terhubung selama 24 jam untuk memberikan informasi kejadian bencana," ujar Andris.
Menurut dia, penanganan darurat bencana pun dilakukan apabila ada kejadian bencana sesuai dengan laporan yang masuk.
BPBD Kabupaten Lembata telah mendata sejumlah kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor di beberapa desa akibat curah hujan yang terjadi sejak Selasa (2/4).
Beberapa di antaranya longsor di Desa Liwulagan segmen jalan Liwulagan-Boto, longsor di segmen jalan Bakan-Lewaji, banjir di segmen jalan Wulandoni, serta banjir rendaman luapan sungai yang merendam rumah warga di Desa Lamalera A.
Koordinasi penanganan darurat pun berjalan dan melibatkan segenap unsur pemangku kepentingan kebencanaan seperti Dinas PUPR, Dinas Sosial, TNI, dan Polri.
Andris pun terus mengimbau masyarakat agar waspada dengan curah hujan yang tinggi saat cuaca ekstrem ini.
Langkah evakuasi mandiri harus segera dilakukan apabila durasi hujan cukup lama dengan intensitas yang cukup tinggi.
"Hati-hati saat beraktivitas," ucapnya.
Baca juga: BPBD Lembata data kejadian bencana karena cuaca ekstrem
Baca juga: BPBD Mabar imbau warga siaga bencana pada musim pancaroba
Baca juga: BNPB kembangkan sistem peringatan tanah longsor
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat NTT waspada bencana masa pancaroba
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Lembata aktifkan rantai komando desa waspadai cuaca ekstrem
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PU: Total indikasi anggaran penanganan bencana Sumatera mencapai Rp74 triliun
27 January 2026 15:45 WIB
LKBN ANTARA memperkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 15:31 WIB
Dasco menelepon Prabowo lalu hubungkan ke Purbaya saat rapat bencana di Aceh
11 January 2026 8:24 WIB
Mensesneg: Kementerian Kehutanan mengaudit 24 perusahaan penerima HPH, HTI
30 December 2025 7:52 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB