Joni Si Bocah Merah Putih diundang Danrem ke Makorem 161/WS
Rabu, 7 Agustus 2024 13:29 WIB
Yohanes Ande Kalla atau yang dikenal dengan sebutan Joni saat ditemui di Makorem 161/Wirasakti, Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Yohanes Ande Kalla atau yang dikenal dengan sebutan Joni Si Bocah Merah Putih Rabu (7/8) pagi diundang oleh Danrem 161/Wirasaki Kupang untuk bertemu di Makorem.
"Saya diundang oleh bapak Danrem untuk bertemu dengan beliau," kata Joni saat ditemui di Makorem 161/Wirasakti Kupang, Rabu, (7/8).
Saat tiba Joni mengenakan baju kemeja putih dan celana berbahan kain berwarna hitam, membawa tas serta di tangannya terdapat dua dua buah pensil serta satu alat peruncing dan penghapus.
Dia mengaku baru tiba di Kupang pada Selasa (6/8) kemarin, setelah sebelumnya pada siang hari bertemu dengan Komandan Kodim Belu, di Kota Atambua.
Joni mengaku tak mengetahui alasannya dipanggil ke Makorem, setelah dirinya dinyatakan belum lolos seleksi masuk TNI AD.
"Senang dipanggil kembali ke sini, tetapi belum tahu apakah untuk ikut tes lagi atau tidak," ujar dia.
Joni merupakan seorang remaja yang saat masih berada di bangku sekolah SD pada tahun 2018 lalu viral karena aksinya memanjat tiang bendera Merah Putih saat upacara HUT RI di Kabupaten Belu untuk menyelamatkan bendera merah putih yang talinya terlilit saat upacara bendera.
Usai viralnya dirinya, ia kemudian diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Ketika ditanya seputar cita-citanya oleh orang nomor satu di Indonesia itu, Joni mengaku ingin menjadi tentara.
Jokowi langsung menyampaikan kepada Joni agar langsung bertemu dengan Panglima TNI dan dijanjikan akan langsung diterima masuk TNI.
Namun setelah mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AD tahun 2024, usai mendengar kelulusan SMA, dia dinyatakan tidak lulus saat seleksi awal yang dilakukan oleh Ajenrem 16104/Wirasakti Kupang.
Alasannya karena tinggi badannya tidak ideal atau sesuai dengan syarat masuk TNI sehingga dirinya disuruh untuk kembali lagi tahun 2025 untuk mengikuti tes yang sama.
Iya kecewa, kemarin saat seleksi awal langsung dinyatakan gagal, karena tinggi badan tidak sesuai. Tinggi badan saya ukur 155,8 meter sementara sesuai syarat 163 meter. Tetapi saya akan siapkan diri lagi untuk tahun depan," ujar dia.
Baca juga: Joni Si Bocah Merah Putih dipanggil ke Kodim setelah gagal tes masuk TNI
Baca juga: Kapendam Udayana: Joni Kalla bisa lanjut seleksi masuk TNI
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Joni Si Bocah Merah Putih diundang Danrem ke Makorem 161/Wirasakti.
"Saya diundang oleh bapak Danrem untuk bertemu dengan beliau," kata Joni saat ditemui di Makorem 161/Wirasakti Kupang, Rabu, (7/8).
Saat tiba Joni mengenakan baju kemeja putih dan celana berbahan kain berwarna hitam, membawa tas serta di tangannya terdapat dua dua buah pensil serta satu alat peruncing dan penghapus.
Dia mengaku baru tiba di Kupang pada Selasa (6/8) kemarin, setelah sebelumnya pada siang hari bertemu dengan Komandan Kodim Belu, di Kota Atambua.
Joni mengaku tak mengetahui alasannya dipanggil ke Makorem, setelah dirinya dinyatakan belum lolos seleksi masuk TNI AD.
"Senang dipanggil kembali ke sini, tetapi belum tahu apakah untuk ikut tes lagi atau tidak," ujar dia.
Joni merupakan seorang remaja yang saat masih berada di bangku sekolah SD pada tahun 2018 lalu viral karena aksinya memanjat tiang bendera Merah Putih saat upacara HUT RI di Kabupaten Belu untuk menyelamatkan bendera merah putih yang talinya terlilit saat upacara bendera.
Usai viralnya dirinya, ia kemudian diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Ketika ditanya seputar cita-citanya oleh orang nomor satu di Indonesia itu, Joni mengaku ingin menjadi tentara.
Jokowi langsung menyampaikan kepada Joni agar langsung bertemu dengan Panglima TNI dan dijanjikan akan langsung diterima masuk TNI.
Namun setelah mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI AD tahun 2024, usai mendengar kelulusan SMA, dia dinyatakan tidak lulus saat seleksi awal yang dilakukan oleh Ajenrem 16104/Wirasakti Kupang.
Alasannya karena tinggi badannya tidak ideal atau sesuai dengan syarat masuk TNI sehingga dirinya disuruh untuk kembali lagi tahun 2025 untuk mengikuti tes yang sama.
Iya kecewa, kemarin saat seleksi awal langsung dinyatakan gagal, karena tinggi badan tidak sesuai. Tinggi badan saya ukur 155,8 meter sementara sesuai syarat 163 meter. Tetapi saya akan siapkan diri lagi untuk tahun depan," ujar dia.
Baca juga: Joni Si Bocah Merah Putih dipanggil ke Kodim setelah gagal tes masuk TNI
Baca juga: Kapendam Udayana: Joni Kalla bisa lanjut seleksi masuk TNI
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Joni Si Bocah Merah Putih diundang Danrem ke Makorem 161/Wirasakti.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
Komisi XIII DPR meminta agar kasus bocah SD bunuh diri di NTT tak terulang lagi
04 February 2026 12:45 WIB
Joni Si Bocah Merah Putih dipanggil ke Kodim setelah gagal tes masuk TNI
06 August 2024 14:27 WIB, 2024
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Dirut Dana Syariah Indonesia Taufiq Aljufri sampaikan permintaan maaf usai jadi tersangka
09 February 2026 15:14 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Ketua MA: Hakim terjaring OTT KPK mencederai keluhuran harkat dan martabat
09 February 2026 13:53 WIB