52 Jurnalis ditahan sejak agresi Israel di Jalur Gaza
Selasa, 3 September 2024 11:00 WIB
Melalui sebuah pernyataan pada Senin (2/9) Perkumpulan Tahanan Palestina (PPS) mengatakan sejak agresi massal pendudukan terhadap rakyat Palestina 7 Oktober 2023, tentara pendudukan Israel telah menangkap 98 jurnalis, dengan 52 orang ditahan, termasuk 15 di antaranya di bawah penahanan administratif./ANTARA/Anadolu/PY
Ramallah (ANTARA) - Perkumpulan Tahanan Palestina (PPS) menyebutkan bahwa jumlah jurnalis yang ditahan di penjara Israel sudah mencapai 61 orang, dengan 52 di antaranya ditahan sejak awal agresi 7 Oktober 2023 di Jalur Gaza.
Melalui sebuah pernyataan pada Senin (2/9) PPS mengatakan sejak agresi massal pendudukan terhadap rakyat Palestina 7 Oktober, tentara pendudukan Israel telah menangkap 98 jurnalis, dengan 52 orang ditahan, termasuk 15 di antaranya di bawah penahanan administratif.
Yang terakhir adalah jurnalis foto Hazim Nasser dari Tulkarem yang ditempatkan di bawah penahanan administratif selama lima bulan, selain enam jurnalis, termasuk jurnalis WAFA Rasha Hirzallah.
Selain itu, sedikitnya 17 jurnalis dari Jalur Gaza juga ditahan, dengan dua di antaranya menjadi target kejahatan penghilangan paksa. Mereka bernama Nidal al-Wahidi dan Haytham Abdul Wahid.
PPS menambahkan bahwa setidaknya 12 jurnalis saat ini menghadapi tuntutan atas tuduhan penghasutan dari otoritas pendudukan.
Menurut lembaga tahanan dan pengacara yang membela tahanan di penjara wilayah pendudukan, hasutan adalah tuduhan yang tidak berdasar dan rentan terhadap distorsi dan sudah menjadi alat yang digunakan otoritas pendudukan untuk menindas warga Palestina, terutama jurnalis.
Sumber: WAFA-OANA
Baca juga: Israel perpanjang penahanan jurnalis WAFA Rasha Hirzallah
Baca juga: Sebanyak 40 Jurnalis Palestina masih ditahan Israel di Tepi Barat
Baca juga: Sindikat Jurnalis Palestina kecam penangkapan seorang wartawan WAFA oleh Israel
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 52 Jurnalis ditahan sejak awal agresi Israel 7 Oktober di Jalur Gaza
Melalui sebuah pernyataan pada Senin (2/9) PPS mengatakan sejak agresi massal pendudukan terhadap rakyat Palestina 7 Oktober, tentara pendudukan Israel telah menangkap 98 jurnalis, dengan 52 orang ditahan, termasuk 15 di antaranya di bawah penahanan administratif.
Yang terakhir adalah jurnalis foto Hazim Nasser dari Tulkarem yang ditempatkan di bawah penahanan administratif selama lima bulan, selain enam jurnalis, termasuk jurnalis WAFA Rasha Hirzallah.
Selain itu, sedikitnya 17 jurnalis dari Jalur Gaza juga ditahan, dengan dua di antaranya menjadi target kejahatan penghilangan paksa. Mereka bernama Nidal al-Wahidi dan Haytham Abdul Wahid.
PPS menambahkan bahwa setidaknya 12 jurnalis saat ini menghadapi tuntutan atas tuduhan penghasutan dari otoritas pendudukan.
Menurut lembaga tahanan dan pengacara yang membela tahanan di penjara wilayah pendudukan, hasutan adalah tuduhan yang tidak berdasar dan rentan terhadap distorsi dan sudah menjadi alat yang digunakan otoritas pendudukan untuk menindas warga Palestina, terutama jurnalis.
Sumber: WAFA-OANA
Baca juga: Israel perpanjang penahanan jurnalis WAFA Rasha Hirzallah
Baca juga: Sebanyak 40 Jurnalis Palestina masih ditahan Israel di Tepi Barat
Baca juga: Sindikat Jurnalis Palestina kecam penangkapan seorang wartawan WAFA oleh Israel
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 52 Jurnalis ditahan sejak awal agresi Israel 7 Oktober di Jalur Gaza
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Ketua Komisi III: Kejagung perlu mengecek tahanan lain yang ditangani Kejari Karo
06 April 2026 13:28 WIB
PBB menuntut pertanggungjawaban Israel atas laporan penyiksaan tahanan di Gaza
01 August 2024 15:00 WIB, 2024
Kakanwil Kumham NTT : Sanksi diberikan jika pegawai rutan terbukti aniaya tahanan
21 June 2024 13:00 WIB, 2024
Hamas bilang tidak ada pertukaran tahanan kecuali agresi di dihentikan
15 December 2023 12:48 WIB, 2023
Israel siap melanjutkan pembicaraan pertukaran tahanan dengan Hamas
12 December 2023 13:00 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Menlu: Kapal Amerika Serikat di Selat Malaka merupakan bagian dari kebebasan navigasi
22 April 2026 16:21 WIB