Kanada imbau warganya tinggalkan Lebanon
Selasa, 24 September 2024 12:00 WIB
Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly. (ANTARA/Anadolu/py)
Hamilton, Kanada (ANTARA) - Pemerintah Kanada pada Senin mengimbau warganya di Lebanon "segera pulang" setelah Israel secara dramatis meningkatkan serangan di seluruh Lebanon, memicu serangan balasan dari Hizbullah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Bagi warga Kanada dan yang telah menjadi penduduk tetap di Lebanon segera pulang," tulis Menteri Luar Negeri Melanie Joly di X, seraya memperingatkan yang lain untuk tidak merencanakan perjalanan ke Lebanon.
'Situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel sangat tidak stabil dan dapat meningkat tanpa peringatan kapan saja," katanya.
Dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam Kanada atas eskalasi antara Israel dengan Hizbullah, menekankan prioritasnya adalah melindungi warga sipil dari kedua pihak dan di seluruh kawasan.
Joly, yang mengatakan telah melakukan kontak dengan mitra Lebanon dan Israel, mendesak de-eskalasi segera di perbatasan kedua negara untuk mencegah bencana yang menghancurkan.
Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke Lebanon selatan dan timur, yang menurut otoritas kesehatan negara itu menewaskan sedikitnya 392 orang, termasuk 35 anak-anak dan melukai 1.645 lainnya dalam serangan sejak Senin pagi yang juga memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka.
Pasukan Israel mengintensifkan serangan mereka di Lebanon, mengabaikan peringatan masyarakat internasional bahwa mereka akan mengambil risiko menyebarkan konflik Gaza ke wilayah lain.
Serangan itu merupakan dampak dari ketegangan yang meningkat antara Hizbullah dan Israel setelah serangan udara mematikan minggu lalu yang menewaskan sedikitnya 45 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dan melukai puluhan orang di pinggiran kota Beirut.
Hizbullah mengonfirmasi bahwa sedikitnya 16 anggotanya, termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan tertinggi Ahmed Wahbi, tewas dalam serangan udara Israel.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Biden bilang AS berupaya cegah perang Israel-Lebanon
Baca juga: Hizbullah sebut 501 orang di Lebanon tewas akibat konflik dengan Israel
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kanada imbau warganya tinggalkan Lebanon di tengah serangan Israel
"Bagi warga Kanada dan yang telah menjadi penduduk tetap di Lebanon segera pulang," tulis Menteri Luar Negeri Melanie Joly di X, seraya memperingatkan yang lain untuk tidak merencanakan perjalanan ke Lebanon.
'Situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel sangat tidak stabil dan dapat meningkat tanpa peringatan kapan saja," katanya.
Dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam Kanada atas eskalasi antara Israel dengan Hizbullah, menekankan prioritasnya adalah melindungi warga sipil dari kedua pihak dan di seluruh kawasan.
Joly, yang mengatakan telah melakukan kontak dengan mitra Lebanon dan Israel, mendesak de-eskalasi segera di perbatasan kedua negara untuk mencegah bencana yang menghancurkan.
Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke Lebanon selatan dan timur, yang menurut otoritas kesehatan negara itu menewaskan sedikitnya 392 orang, termasuk 35 anak-anak dan melukai 1.645 lainnya dalam serangan sejak Senin pagi yang juga memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka.
Pasukan Israel mengintensifkan serangan mereka di Lebanon, mengabaikan peringatan masyarakat internasional bahwa mereka akan mengambil risiko menyebarkan konflik Gaza ke wilayah lain.
Serangan itu merupakan dampak dari ketegangan yang meningkat antara Hizbullah dan Israel setelah serangan udara mematikan minggu lalu yang menewaskan sedikitnya 45 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dan melukai puluhan orang di pinggiran kota Beirut.
Hizbullah mengonfirmasi bahwa sedikitnya 16 anggotanya, termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan tertinggi Ahmed Wahbi, tewas dalam serangan udara Israel.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.400 orang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Biden bilang AS berupaya cegah perang Israel-Lebanon
Baca juga: Hizbullah sebut 501 orang di Lebanon tewas akibat konflik dengan Israel
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kanada imbau warganya tinggalkan Lebanon di tengah serangan Israel
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lebanon sebut kesepakatan gencatan senjata dengan Israel hampir tercapai
26 November 2024 22:00 WIB, 2024
Menlu AS Antony Blinken bilang ada kemajuan dalam upaya gencatan senjata di Lebanon
01 November 2024 9:17 WIB, 2024
Paus Fransiskus seruhkan penghormatan terhadap pasukan perdamaian PBB
14 October 2024 11:03 WIB, 2024
PM Israel desak PBB menarik pasukan perdamaian dari bahaya di Lebanon
14 October 2024 6:08 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB