Waspadai gelombang tinggi di Samudera Hindia
Kamis, 31 Oktober 2024 13:26 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi (Antara/HO-)
Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Belawan mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia di bagian barat Kepulauan Nias.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Novena di Medan, Kamis, (31/10) mengatakan, selain di Samudera Hindia di barat Kepulauan Nias, gelombang setinggi 1,5 hingga 2,0 meter juga diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah perairan Selat Malaka bagian utara, perairan utara Pulau Sabang dan Samudera Hindia bagian barat Aceh.
Pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah barat daya hingga utara dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot.
Kepada nelayan dan pemangku kepentingan lainnya diimbau agar mewaspadai potensi gelombang tinggi karena dapat mengganggu pelayaran, demikian juga dengan warga yang bermukim di tepi pantai.
"Kondisi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai Kamis malam hingga Sabtu malam," katanya.
Seperti misalnya di perairan utara Sabang, Samudera Hindia bagian barat dan Samudera Hindia di barat Nias yang masuk kategori sedang dengan ketinggian gelombang 1,25-2,5 Meter.
Sementara di Selat Malaka bagian utara, perairan Sabang, perairan Lhokseumawe, Selat Malaka bagian tengah, Perairan barat Aceh, perairan Meulaboh - Sinabang, dan perairan Nias - Sibolga tinggi gelombang 0,5 - 1,25 Meter.
Baca juga: BMKG : Waspadai gelombang 2 meter di perairan NTT
"Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang tercatat," katanya.
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat waspadai gelombang laut hingga banjir rob
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Novena di Medan, Kamis, (31/10) mengatakan, selain di Samudera Hindia di barat Kepulauan Nias, gelombang setinggi 1,5 hingga 2,0 meter juga diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah perairan Selat Malaka bagian utara, perairan utara Pulau Sabang dan Samudera Hindia bagian barat Aceh.
Pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah barat daya hingga utara dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot.
Kepada nelayan dan pemangku kepentingan lainnya diimbau agar mewaspadai potensi gelombang tinggi karena dapat mengganggu pelayaran, demikian juga dengan warga yang bermukim di tepi pantai.
"Kondisi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai Kamis malam hingga Sabtu malam," katanya.
Seperti misalnya di perairan utara Sabang, Samudera Hindia bagian barat dan Samudera Hindia di barat Nias yang masuk kategori sedang dengan ketinggian gelombang 1,25-2,5 Meter.
Sementara di Selat Malaka bagian utara, perairan Sabang, perairan Lhokseumawe, Selat Malaka bagian tengah, Perairan barat Aceh, perairan Meulaboh - Sinabang, dan perairan Nias - Sibolga tinggi gelombang 0,5 - 1,25 Meter.
Baca juga: BMKG : Waspadai gelombang 2 meter di perairan NTT
"Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang yang tercatat," katanya.
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat waspadai gelombang laut hingga banjir rob
Pewarta : Juraidi
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di NTT hingga 4 Februari 2026
02 February 2026 12:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB