BMKG : Waspadai gelombang 2 meter di perairan NTT
Kamis, 24 Oktober 2024 20:32 WIB
Satu perahu motor yang melayani transportasi laut antara Pantai Palo Larantuka dengan Tanah Merah di Pulau Adonara, Flores Timur melintas di perairan Selat Gonzalu yang terkenal dengan arus yang kuat. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pelaku jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai gelombang setinggi 1,25-2 meter di beberapa wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Tungga di Kupang, Kamis (24/10).
Dia menyebut tinggi gelombang 1,25-2 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Selain itu, gelombang tinggi juga terjadi di wilayah perairan laut Samudera Hindia selatan Pulau Sumba-Sabu, perairan selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote Ndao.
Dia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya-barat dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan angin bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Baca juga: BMKG bilang Siklon tropis sebabkan cuaca panas di Aceh
Baca juga: Pelaku pariwisata diimbau waspadai gelombang tinggi di Labuan Bajo
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Makasar bagian utara.
Dalam hubungan dengan hal itu, BMKG mengimbau pelaku jasa pelayaran dan nelayan yang akan melakukan aktivitas di perairan laut untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar.
Dia mengimbau masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Tungga di Kupang, Kamis (24/10).
Dia menyebut tinggi gelombang 1,25-2 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu.
Selain itu, gelombang tinggi juga terjadi di wilayah perairan laut Samudera Hindia selatan Pulau Sumba-Sabu, perairan selatan Kupang-Rote dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote Ndao.
Dia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya-barat dengan kecepatan angin berkisar 10-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, dominan angin bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
Baca juga: BMKG bilang Siklon tropis sebabkan cuaca panas di Aceh
Baca juga: Pelaku pariwisata diimbau waspadai gelombang tinggi di Labuan Bajo
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Makasar bagian utara.
Dalam hubungan dengan hal itu, BMKG mengimbau pelaku jasa pelayaran dan nelayan yang akan melakukan aktivitas di perairan laut untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar.
Dia mengimbau masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di perairan NTT
10 January 2026 16:24 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT
02 January 2026 10:12 WIB