Siapkan Siswa Hadapi USBN
Selasa, 10 Januari 2017 10:40 WIB
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Aloysius Min
Kupang (Antara NTT) - Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur Aloysius Min meminta seluruh sekolah di daerah berbasis kepulauan itu, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) pada 2017.
"Ujian sekolah yang berstandar nasional itu akan sangat memberikan dampak positif bagi peserta didik untuk keberlanjutan pendidikannya," kata Aloysius Min di Kupang, Selasa, (10/1).
Menurut dia, kebijakan pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional itu dimaksud untuk mengukur sebuah standar siswa secara nasional dari evaluasi ujian sekolah mata pelajaran yang disajikan untuk mengukur standar kemampuan para siswa secara nasional.
Meskipun hanya beberapa mata pelajaran saja, lanjut dia, namun penting juga untuk dipersiapkan secara lebih baik oleh sekolah dan para siswa.
Dia merincikan, untuk jenjang SMP, mata pelajaran USBN meliputi pendidikan agama, PPKN dan IPS. Sedangkan untuk SMA meliputi pendidikan agama, PPKN, sejarah dan tiga mata pelajaran sesuai program studi siswa.
Untuk jurusan IPA meliputi mata pelajaran fisika, kimia, biologi sedangkan jurusan IPS meliputi mata pelajaran ekonomi, geografi dan sosiologi.
Sementara untuk jurusan bahasa akan meliputi mata pelajaran sastra Indonesia, antropologi dan bahasa asing.
Untuk jenjang SMK, mata pelajaran yang akan masuk dalam USBN meliputi pendidikan agama, PPKN dan keterampilan komputer.
Selain mempersipakn ujian sekolah yang berstandar nasional itu, tentu pihak sekolah dan siswa juga harus mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir nasional.
Hal ini juga penting untuk menentukan kualitas akhir para siswa untuk bisa meneruskan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
Terhadap mata pelajaran yang akan masuk dalam kategori ujian nasional (UN), Aloysius Min menyebutkan, untuk SMP meliputi matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA.
Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMA, mata pelajaran ujian nasional yang akan diuji, masing-masing matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.
Sementara untuk SMK mata pelajaran UN yang diuji yaitu matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan teori kejuruan.
Terkait jadwal ujian nasional, Alo Min menyebut akan dilaksanakan pada 3-6 April 2017 untuk SMK. Dilanjutkan tingkat SMA pada 10-13 April 2017.
Sedangkan UN SMP baru akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 dan 15 Mei 2017 untuk gelombang pertama. Dan tanggal 8-10 dan 16 Mei 2017 untuk gelombang kedua.
"Saya berharap semua SMA/SMK di NTT untuk tidak khawatir menghadapi UN dan USBN tahun ini. Karena kalau sudah siap mau ujian kapan saja pasti siap. Sehingga yang paling penting adalah menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Jerhans Ledoh terpisah mengaku sedang bersama-sama sekolah mempersiapkan para siswa untuk menghadapi ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang digagas pemerintah pusat.
Menurut dia, para guru terus diberikan motivasi agar menerapkan sistem standar belajar untuk kepentingan peningkatan kualitas persiapan USBN dan UN yang akan datang.
"Kami sudah dorong dan terus mendampingi para guru di seluruh SMP yang ada di daerah ini. Untuk SMA/SMK sudah jadi kewenangan pemerintah provinsi namun akan kita coba pantau persiapannya," katanya.
"Ujian sekolah yang berstandar nasional itu akan sangat memberikan dampak positif bagi peserta didik untuk keberlanjutan pendidikannya," kata Aloysius Min di Kupang, Selasa, (10/1).
Menurut dia, kebijakan pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional itu dimaksud untuk mengukur sebuah standar siswa secara nasional dari evaluasi ujian sekolah mata pelajaran yang disajikan untuk mengukur standar kemampuan para siswa secara nasional.
Meskipun hanya beberapa mata pelajaran saja, lanjut dia, namun penting juga untuk dipersiapkan secara lebih baik oleh sekolah dan para siswa.
Dia merincikan, untuk jenjang SMP, mata pelajaran USBN meliputi pendidikan agama, PPKN dan IPS. Sedangkan untuk SMA meliputi pendidikan agama, PPKN, sejarah dan tiga mata pelajaran sesuai program studi siswa.
Untuk jurusan IPA meliputi mata pelajaran fisika, kimia, biologi sedangkan jurusan IPS meliputi mata pelajaran ekonomi, geografi dan sosiologi.
Sementara untuk jurusan bahasa akan meliputi mata pelajaran sastra Indonesia, antropologi dan bahasa asing.
Untuk jenjang SMK, mata pelajaran yang akan masuk dalam USBN meliputi pendidikan agama, PPKN dan keterampilan komputer.
Selain mempersipakn ujian sekolah yang berstandar nasional itu, tentu pihak sekolah dan siswa juga harus mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir nasional.
Hal ini juga penting untuk menentukan kualitas akhir para siswa untuk bisa meneruskan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
Terhadap mata pelajaran yang akan masuk dalam kategori ujian nasional (UN), Aloysius Min menyebutkan, untuk SMP meliputi matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA.
Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMA, mata pelajaran ujian nasional yang akan diuji, masing-masing matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.
Sementara untuk SMK mata pelajaran UN yang diuji yaitu matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan teori kejuruan.
Terkait jadwal ujian nasional, Alo Min menyebut akan dilaksanakan pada 3-6 April 2017 untuk SMK. Dilanjutkan tingkat SMA pada 10-13 April 2017.
Sedangkan UN SMP baru akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 dan 15 Mei 2017 untuk gelombang pertama. Dan tanggal 8-10 dan 16 Mei 2017 untuk gelombang kedua.
"Saya berharap semua SMA/SMK di NTT untuk tidak khawatir menghadapi UN dan USBN tahun ini. Karena kalau sudah siap mau ujian kapan saja pasti siap. Sehingga yang paling penting adalah menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Jerhans Ledoh terpisah mengaku sedang bersama-sama sekolah mempersiapkan para siswa untuk menghadapi ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang digagas pemerintah pusat.
Menurut dia, para guru terus diberikan motivasi agar menerapkan sistem standar belajar untuk kepentingan peningkatan kualitas persiapan USBN dan UN yang akan datang.
"Kami sudah dorong dan terus mendampingi para guru di seluruh SMP yang ada di daerah ini. Untuk SMA/SMK sudah jadi kewenangan pemerintah provinsi namun akan kita coba pantau persiapannya," katanya.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Piala AFF 2026 - Pratinjau Indonesia vs Vietnam: Ujian sesungguhnya skuad Garuda
03 August 2026 11:40 WIB
Piala Dunia 2026 - Pratinjau Argentina vs Mesir: Ujian juara bertahan di 16 besar
08 July 2026 1:23 WIB
Piala Dunia 2026 - Prancis vs Swedia: Blagult masih bukan ujian sejati untuk Les Bleus
30 June 2026 15:09 WIB
Piala Dunia 2026 - Pratinjau Norwegia vs Prancis: Ujian ketajaman penyerang kelas dunia
26 June 2026 8:00 WIB
Piala Dunia 2026 - Pratinjau Skotlandia lawan Brasil, ujian berat bagi Tartan Army
24 June 2026 11:32 WIB
Piala Dunia 2026 - Jerman vs Pantai Gading: Ujian sesungguhnya Die Mannschaft
20 June 2026 23:35 WIB
Piala Dunia 2026 - Pratinjau Irak vs Norwegia: Ujian pertama ketajaman Erling Haaland
16 June 2026 14:41 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Badan Geologi: Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi setinggi 800 meter di atas puncak
07 August 2026 14:31 WIB
BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT
02 August 2026 10:19 WIB