Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa pelaksanaan pesta rakyat syukuran pelantikan gubernur dan wakil gubernur NTT yang direncanakan pada 1 Maret 2025 tidak menggunakan anggaran pemerintah.

"Ini inisiatif tim tanpa gunakan uang pemerintah," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp dari Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikannya berkaitan beredarnya flayer pesta rakyat syukuran pelantikan gubernur dan wakil gubernur NTT yang beredar luar di masyarakat di Kota Kupang ditengah adanya efisiensi anggaran mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Melki yang masih menjalani retret di Magelang bersama sejumlah kepala daerah lainnya itu juga meminta ANTARA untuk menghubungi pihak panitia yang menyelenggarakan pesta rakyat itu.

Ketua Panitia Pesta Rakyat Syukuran Heru Dupe ditemui di kantor DPD Golkar NTT juga mengatakan bahwa pelaksanaan pesta rakyat itu murni sebagai pesta syukuran tanpa anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

"Yang perlu kami sampaikan bahwa kegiatan pesta rakyat tidak gunakan APBD. Jadi ini murni gotong royong bapak Melki dan Bapak Johni serta keluarga," ujar dia.

Pelaksanaan pesta rakyat itu merupakan wujud ucapan terima kasih mereka kepada masyarakat serta ucapan syukur kepada Tuhan atas perjalanan yang sudah dilalui beberapa tahun terakhir.

Pelaksanaan pesta rakyat juga melibatkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Kupang, dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton menilai pesta rakyat ini tidak urgen untuk situasi masyarakat yang serba sulit saat ini.

"Efisiensi ini cukup menimpa UMKM kita karena belanja pemerintah turun drastis. Kalau menggunakan uang pribadi sih lain soal ya," ujar dia.

Menurut dia, cara berterima kasih kepada warga NTT saat ini paling tepat adalah menyelesaikan berbagai permasalahan yang mendera warga di berbagai bidang, pertanian, peternakan, kelancaran logistik di pelabuhan, gizi buruk dan kemiskinan ekstrim.


Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2025