BMKG minta masyarakat Manggarai Barat tetap waspada
Jumat, 8 Maret 2019 14:38 WIB
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/3) malam, yang mengakibatkan dua orang tewas dan memutuskan akses transportasi darat yang menghubungkan Labuan Bajo-Ruteng. (ANTARA Foto/BPBN)
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang, Bambang Santiajid meminta masyarakat Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
"Permintaan waspada ini, karena berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Manggarai Barat masih berpotensi terjadi hujan deras disertai petir hingga Sabtu, (9/3) malam," kata Bambang Santiajid kepada Antara di Kupang, Jumat (8/3).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan prakiraan cuaca di wilayah Manggarai Barat, dan potensi terjadinya bencana banjir susulan di wilayah itu.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berpotensi terjadi hujan deras disertai petir.
"Hari ini, Jumat, (8/3) hingga Sabtu, (9/3), wilayah Manggarai Barat masih berpotensi hujan disertai petir mulai dari siang hingga malam hari," katanya.
Karena itu, masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran sungai untuk tetap waspada, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, kata Bambang Santiajid.
Baca juga: Dua warga Manggarai Barat tewas akibat longsor
Wilayah Manggarai Barat pada Kamis, (7/3) dilaporkan diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam peristiwa itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia serta puluhan rumah penduduk terendam banjir.
Selain dua korban yang meninggal, dilaporkan juga ada enam orang yang hilang, dan tiga orang mengalami luka-luka akibat terseret banjir dan tertimbun longsor.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopu Purwo Nugroho melalui keterangan pers yang diterima Antara Kupang, Jumat ( 8/3) mengatakan longsor dan banjir itu terjadi karena hujan deras.
Selain karena kondisi topografi perbukitan dan tanah labil, sehingga memicu terjadinya longsor.
Daerah yang terkena longsor dan banjir itu berada di wilayah Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbliling di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
Baca juga: 11 rumah rusak akibat banjir bandang di Flores Timur
Baca juga: Labuan Bajo-Ruteng putus total
"Permintaan waspada ini, karena berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Manggarai Barat masih berpotensi terjadi hujan deras disertai petir hingga Sabtu, (9/3) malam," kata Bambang Santiajid kepada Antara di Kupang, Jumat (8/3).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan prakiraan cuaca di wilayah Manggarai Barat, dan potensi terjadinya bencana banjir susulan di wilayah itu.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berpotensi terjadi hujan deras disertai petir.
"Hari ini, Jumat, (8/3) hingga Sabtu, (9/3), wilayah Manggarai Barat masih berpotensi hujan disertai petir mulai dari siang hingga malam hari," katanya.
Karena itu, masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran sungai untuk tetap waspada, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, kata Bambang Santiajid.
Baca juga: Dua warga Manggarai Barat tewas akibat longsor
Wilayah Manggarai Barat pada Kamis, (7/3) dilaporkan diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam peristiwa itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia serta puluhan rumah penduduk terendam banjir.
Selain dua korban yang meninggal, dilaporkan juga ada enam orang yang hilang, dan tiga orang mengalami luka-luka akibat terseret banjir dan tertimbun longsor.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopu Purwo Nugroho melalui keterangan pers yang diterima Antara Kupang, Jumat ( 8/3) mengatakan longsor dan banjir itu terjadi karena hujan deras.
Selain karena kondisi topografi perbukitan dan tanah labil, sehingga memicu terjadinya longsor.
Daerah yang terkena longsor dan banjir itu berada di wilayah Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbliling di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
Baca juga: 11 rumah rusak akibat banjir bandang di Flores Timur
Baca juga: Labuan Bajo-Ruteng putus total
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AHY: Kebutuhan anggaran pemulihan bencana di Pulau Sumatera di atas Rp50 triliun
09 December 2025 14:19 WIB
Badan Geologi mengimbau warga waspada potensi banjir lahar Gunung Lewotobi
04 December 2025 9:56 WIB
Menko PMK: Pemerintah minta maaf penanganan bencana Sumatera belum maksimal
03 December 2025 13:40 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB