Kupang (ANTARA) - Pembangunan terminal liquefied petroleum gas (LPG) yang dibangun oleh PT Pertamina di terminal BBM Tenau Kupang ditargetkan selesai pada Agustus 2020.

"Kita targetkan selesai tahun 2020 yakni pada Agustus," kata Direktur Logistics Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo kepada wartawan di Kupang, Senin (1/4).

Ia menjelaskan bahwa pembangunan terminal LPG yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat itu mendukung program konversi BBM jenis minyak tanah di NTT.

Gandhi menambahkan bahwa pembangunan terminal LPG itu juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang tergolong ekonomi rendah.

Selama ini, kebutuhan LPG di Kupang dan beberapa daerah di NTT didatangkan dari Surabaya dengan harga yang lebih mahal sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan minyak tanah.

Tak hanya itu, dengan keberadaan LPG di Kupang, otomatis distribusi ke pulau-pulau di NTT lebih gampang dan harganya lebih terjangkau.

Disamping itu, kata dia jika masyarakat gunakan LPG otomatis masyarakat akan menghemat anggaran sebesar 10 persen dibandingkan jika menggunakan minyak tanah.

Lebih lanjut kata dia kapasitas penampungan LPG di TBBM Tenau yang akan dibangun di Kupang mencapai 1000 metrik ton dengan volume produksi perhari bisa mencapai 200 metrik ton per hari.

Itu adalah konversi dari minyak tanah bersubsidi dan LPG non subsidi, tambahnya.

Sementara itu Gubernur NTT Viktor B Laiskodat mengaku bahwa keberadaan LPG ini nantinya mampu membangu meningkatkan ekonomi masyarakat di NTT khususnya di Kota Kupang.

"Jika sudah ada terminal LPG, maka sudah pasti nanti akan muncul stasiun pengisian Gas di NTT yang sudah pasti akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Kita berharap agar ini dapat cepat selesai sehingga masyarakat bisa menggunakan gas," ujar dia.

Baca juga: Penggunaan LPG di NTT 284 Metrik Ton
Baca juga: Pembangunan terminal LPG Kupang dimulai


Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024