Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong kolaborasi lintas lembaga dalam penguatan kelembagaan kader kesehatan khususnya kader posyandu melalui penelitian lapangan.

“Kader posyandu merupakan ujung tombak pemerintah di lapangan. Karena itu kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap hasil penelitian bisa memperkaya kebijakan daerah. Kolaborasi ini menjadi energi baru dalam upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar di Kota Kupang,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ignasius Lega di Kupang, Kamis.

Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), dan UNICEF Indonesia untuk melakukan penelitian terkait penguatan kader kesehatan di Kota Kupang.

Ia menekankan bahwa kader posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dan perlu mendapat perhatian lebih, baik secara operasional maupun kelembagaan.

Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Inez Ayu menjelaskan pihaknya bersama UGM dan UNICEF sedang melaksanakan penelitian aksi partisipatif untuk mendukung institusionalisasi kader kesehatan di NTT, dengan lokus di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Penelitian tersebut bertujuan memperkuat keberlanjutan peran kader posyandu, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, maupun dukungan sumber daya.

“Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sudah masuk pada pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan dan sektor lain. Karena itu penting memastikan kader memiliki dukungan regulasi, pembinaan, dan fasilitas memadai agar berfungsi optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri dari UGM menambahkan penelitian ini akan berlangsung pada Oktober-November 2025 dengan melibatkan wawancara dan pengumpulan data di berbagai perangkat daerah.

“Kami ingin mendokumentasikan praktik baik sekaligus menemukan model kelembagaan kader kesehatan yang berkelanjutan, sehingga bisa direplikasi di daerah lain,” katanya.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Nadia Roswita, turut menegaskan dukungan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu melalui riset, lokakarya, dan pendampingan teknis.

“Harapannya hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan Pemkot Kupang sebagai bahan kebijakan, sekaligus memperkuat kerjasama lintas sektor,” kata dia.


Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026