Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT: Rumah Zakat mitra strategis pemerintah

Selasa, 10 Februari 2026 20:32 WIB
Image Print
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena (kelima kanan) berpose bersama pelajar dan masyarakat usai meresmikan Rumah Zakat di Kupang, Selasa (10/2). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menilai kehadiran Rumah Zakat merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kerja-kerja kemanusiaan, pengentasan kemiskinan, serta pelayanan sosial bagi masyarakat.

"Kehadiran Rumah Zakat menegaskan bahwa urusan kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, hingga seluruh elemen masyarakat. Rumah Zakat juga memberi inspirasi untuk terus berbagi,” katanya di Kupang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam sambutannya pada peresmian Kantor Perwakilan Rumah Zakat NTT di Kupang.

Ia menilai kehadiran lembaga filantropi tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika karena mampu menyatukan berbagai latar belakang dan perbedaan dalam tujuan kemanusiaan yang universal.

“Rumah Zakat harus menjadi jembatan kebaikan, di mana zakat, infak, dan sedekah menjadi misi bersama untuk menebar kasih sayang dan saling melayani,” ujar Melki.

Menurut dia, peresmian Kantor Perwakilan Rumah Zakat NTT merupakan langkah strategis untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan layanan sosial di daerah.

“Saya berharap kantor ini menjadi rumah pelayanan bagi banyak orang yang membutuhkan, rumah kepedulian, dan rumah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk anak-anak kita,” katanya.

Gubernur Melki juga menilai lembaga filantropi berbasis Islam seperti Rumah Zakat berperan penting dalam memperkuat toleransi di NTT yang dikenal sebagai laboratorium toleransi di Indonesia.

Ia menyebut sikap saling menghormati antarumat beragama di NTT menjadi fondasi kuat dalam kehidupan sosial masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang diwariskan para pendiri bangsa.

Chief Marketing and Digital Fundraising Officer Rumah Zakat Didi Sabir mengatakan, Rumah Zakat berkomitmen menyinergikan seluruh programnya dengan agenda strategis pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Kami sudah hadir di NTT sejak 2016 sebagai lembaga amil zakat nasional berizin Kementerian Agama. Program kami meliputi pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta kebencanaan dan kemanusiaan,” kata Didi.

Ia menambahkan, Rumah Zakat telah menyalurkan berbagai program di NTT, antara lain bantuan beasiswa bagi anak-anak di Pulau Sabu serta bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi Gunung Lewotobi.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTT Ismail Kasim mengajak Rumah Zakat untuk terus berkoordinasi dengan Baznas dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Pemanfaatan jaringan Baznas di 22 kabupaten dan kota penting untuk mempermudah penetrasi program Rumah Zakat, terutama di wilayah terpencil dengan tantangan geografis kepulauan,” katanya.

Ismail menambahkan Baznas NTT juga mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya pengentasan kemiskinan, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat prasejahtera dan penanganan stunting.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026