Ekonomi NTT terus bertumbuh
Rabu, 10 April 2019 16:25 WIB
Kepala DJPb NTT, Lydia Christyana (kanan) memberikan cinderamata kepada Deputi BI NTT, Syahrial Muhammad di Kupang. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menilai Nusa Tenggara Timur terus mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi dan memiliki potensi yang cukup besar untuk ikut berinvestasi dan berkontribusi dalam instrumen Surat Utang Negara Saving Bond Ritel (SBR) 006.
"Kami melihat bahwa provinsi ini terus mengalami peningkatan ekonomi dan ini tentu potensinya cukup besar untuk ikut berkontribusi dalam SBR 006," kata Kepala DJPb NTT Lydia Christyana saat sosialisasi dan edukasi Surat Utang Negara (SUN) Ritel di Kupang, Rabu (10/4).
Menurut dia, Surat Utang Negara atau SBR 006 merupakan langkah pemerintah dalam memperluas basis investor domestik.
Diupayakan pula agar penerbitan SBR 006 sebagai salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan pada individu atau perseorangan warga Indonesia.
"Saat ini banyak yang sudah mulai berkontribusi dalam instrumen SBR 006 ini, Bahkan beberapa mahasiswa juga sudah terlibat langsung," ujarnya.
Sementara itu Deputi BI NTT, Syahrial Muhammad mengatakan dalam pembangunan ekonomi, SBR menjadi salah satu sumber pembiayaan selain pajak dan retribusi.
Baca juga: BI dorong pelaku UMKM NTT akses pasar digital
Sehingga seluruh elemen masyarakat perlu ikut serta berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan ekonomi melalui SBR seri 006 itu.
Menurut dia pembangunan ekonomi di Indonesia menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu kata Syahrial BI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung.
"BI bersama pemerintah melalui DJPb mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pembiayaan pembangunan ekonomi melalui SBR 006,” ujar dia.
Ia menambahkan Surat utang SBR 006 sudah mulai ditawarkan sejak tanggal 1 April 2019 dan akan berakhir pada 16 April 2019 dan dijual seluruh bank sebagai mitra distribusi dengan nilai minimal Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar perorang dengan penawaran suku bunga sebesar 7,95 persen pertahun.
Baca juga: Untuk sosialisasi pasar digital, BI NTT gandeng Bukalapak
Baca juga: BI NTT kembangkan pemasaran tenun ikat secara digital
"Kami melihat bahwa provinsi ini terus mengalami peningkatan ekonomi dan ini tentu potensinya cukup besar untuk ikut berkontribusi dalam SBR 006," kata Kepala DJPb NTT Lydia Christyana saat sosialisasi dan edukasi Surat Utang Negara (SUN) Ritel di Kupang, Rabu (10/4).
Menurut dia, Surat Utang Negara atau SBR 006 merupakan langkah pemerintah dalam memperluas basis investor domestik.
Diupayakan pula agar penerbitan SBR 006 sebagai salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan pada individu atau perseorangan warga Indonesia.
"Saat ini banyak yang sudah mulai berkontribusi dalam instrumen SBR 006 ini, Bahkan beberapa mahasiswa juga sudah terlibat langsung," ujarnya.
Sementara itu Deputi BI NTT, Syahrial Muhammad mengatakan dalam pembangunan ekonomi, SBR menjadi salah satu sumber pembiayaan selain pajak dan retribusi.
Baca juga: BI dorong pelaku UMKM NTT akses pasar digital
Sehingga seluruh elemen masyarakat perlu ikut serta berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan ekonomi melalui SBR seri 006 itu.
Menurut dia pembangunan ekonomi di Indonesia menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu kata Syahrial BI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung.
"BI bersama pemerintah melalui DJPb mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pembiayaan pembangunan ekonomi melalui SBR 006,” ujar dia.
Ia menambahkan Surat utang SBR 006 sudah mulai ditawarkan sejak tanggal 1 April 2019 dan akan berakhir pada 16 April 2019 dan dijual seluruh bank sebagai mitra distribusi dengan nilai minimal Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar perorang dengan penawaran suku bunga sebesar 7,95 persen pertahun.
Baca juga: Untuk sosialisasi pasar digital, BI NTT gandeng Bukalapak
Baca juga: BI NTT kembangkan pemasaran tenun ikat secara digital
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI: Utang luar negeri Indonesia pada Februari 2026 naik jadi 437,9 miliar dolar AS
15 April 2026 15:07 WIB
BI meluncurkan buku pedoman bisnis pertanian guna mendukung ketahanan pangan
10 February 2026 8:45 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Menkop: PLTS skala mini mendukung Kopdes Merah Putih dan penyediaan listrik di desa
20 April 2026 16:12 WIB
Dispar NTT : Selama Januari-April 2026 sebnayak 1.300 wisatawan berwisata ke Kupang
20 April 2026 13:54 WIB
Pertamina menaikkan harga LPG 12 kg dari Rp192 ribu jadi Rp228 ribu per tabung
19 April 2026 18:01 WIB