Logo Header Antaranews Kupang

DJPb: Realisasi DAK Nonfisik BOK Puskesmas NTT baru 5,5 persen

Selasa, 21 April 2026 11:52 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan (kanan). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai 5,5 persen dari total pagu anggaran 2026.

Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan di Kupang, Selasa, mengatakan sampai dengan 20 April 2026 dari total pagu sebesar Rp376,05 miliar, dana yang telah disalurkan pada tahap I baru sebesar Rp20,68 miliar atau 5,5 persen

“Capaian ini menunjukkan bahwa proses penyaluran BOK Puskesmas masih memerlukan akselerasi oleh pemerintah daerah agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung operasional layanan kesehatan dasar di Puskesmas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran DAK nonfisik BOK Puskesmas dilakukan secara bertahap dalam tiga tahap, dengan penyaluran tahap I maksimal 30 persen dari alokasi dan dapat dimulai paling cepat Februari tahun anggaran berjalan.

Secara rinci, beberapa pemerintah daerah mencatat realisasi penyaluran relatif lebih tinggi, di antaranya Kabupaten Sumba Tengah sebesar Rp2,32 miliar atau 23,67 persen, Kabupaten Timor Tengah Utara Rp4,28 miliar atau 19,28 persen.

Selain itu juga, Kabupaten Manggarai Barat Rp3,50 miliar atau 15,11 persen, Kabupaten Timor Tengah Selatan Rp4,13 miliar atau 14,60 persen, serta Kabupaten Sikka Rp3,01 miliar atau 13,38 persen.

Adi berharap capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi kabupaten lainnya dalam mempercepat proses penyaluran, baik melalui pemenuhan persyaratan administrasi maupun penguatan koordinasi antarperangkat daerah.

Ia turut menekankan, optimalisasi penyaluran DAK nonfisik BOK Puskesmas memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam percepatan penyampaian dokumen persyaratan, peningkatan kualitas perencanaan dan pelaporan, serta penguatan komitmen pemanfaatan dana secara tepat waktu dan tepat sasaran.

“Dengan percepatan penyaluran ini, diharapkan layanan kesehatan di Puskesmas dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi NTT,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026