BP3TKI Terima Jenazah dari Malaysia
Senin, 27 Februari 2017 7:31 WIB
Jenazah TKI asal Sumba Barat Linda Banu (36) masih tertahan di Bandara El Tari Kupang
Kupang (Antara NTT) - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nusa Tenggara Timur, Minggu siang, di Bandara El Tari Kupang menerima jenazah TKI bernama Linda Banu (36) asal Kabupaten Sumba Barat yang meninggal di Malaysia.
"Jenazah tersebut sudah ada di Bandara El Tari sejak hari Jumat (24/2), namun pihak keluarga penerima atas nama Yohanes belum datang hingga hari ini," kata Siwa, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTT, di Kupang, Minggu sore.
Linda Banu dikabarkan meninggal di Malaysia pada 31 Januari 2017. Selanjutnya dikirim ke Indonesia pada 22 Februari dan tiba di Kupang, ibu kota Provinsi NTT pada 24 Feburari 2017.
Siwa mengatakan, pihak BP3TKI baru mengetahui keberadaan jenazah tersebut setelah mendapat informasi dari pihak kargo Bandara El Tari Kupang.
"Setelah mendapatkan informasi itu, kami langsung periksa ke pihak kargo ada dokumen pengiriman jenazah ke Indonesia dari KJRI Penang, Malaysia dan sudah tiba sejak tiga hari lalu," katanya.
Di atas peti jenazah, katanya, terdapat keterangan nomor telepon keluarga penerima yang dihubungi bernama Yohanes namun tidak bisa dihubungi sejak jenazah tiba.
Dia mengatakan, pihak keluaraga di Sumba Barat sudah mengetahui informasi tersebut dan sudah menghubungi P4TKI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) di Sumba.
"Tadi sekitar jam dua siang jenazah Linda Banu sudah dibawa dan diinapkan di Rumah Sakit Umum Kupang," katanya lagi.
Siwa menambahkan, pihaknya sudah menghubungi keluarga jenazah di Sumba Barat dan urusan administrasi segera diselesaikan, sehingga bisa dipulangkan ke kampung halamannya Senin (27/2).
Dia menyebutkan, hingga kini jumlah TKI dari Nusa Tenggara Timur yang meninggal terhitung sejak awal tahun 2017 sebanyak 16 orang.
"Jenazah tersebut sudah ada di Bandara El Tari sejak hari Jumat (24/2), namun pihak keluarga penerima atas nama Yohanes belum datang hingga hari ini," kata Siwa, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI NTT, di Kupang, Minggu sore.
Linda Banu dikabarkan meninggal di Malaysia pada 31 Januari 2017. Selanjutnya dikirim ke Indonesia pada 22 Februari dan tiba di Kupang, ibu kota Provinsi NTT pada 24 Feburari 2017.
Siwa mengatakan, pihak BP3TKI baru mengetahui keberadaan jenazah tersebut setelah mendapat informasi dari pihak kargo Bandara El Tari Kupang.
"Setelah mendapatkan informasi itu, kami langsung periksa ke pihak kargo ada dokumen pengiriman jenazah ke Indonesia dari KJRI Penang, Malaysia dan sudah tiba sejak tiga hari lalu," katanya.
Di atas peti jenazah, katanya, terdapat keterangan nomor telepon keluarga penerima yang dihubungi bernama Yohanes namun tidak bisa dihubungi sejak jenazah tiba.
Dia mengatakan, pihak keluaraga di Sumba Barat sudah mengetahui informasi tersebut dan sudah menghubungi P4TKI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) di Sumba.
"Tadi sekitar jam dua siang jenazah Linda Banu sudah dibawa dan diinapkan di Rumah Sakit Umum Kupang," katanya lagi.
Siwa menambahkan, pihaknya sudah menghubungi keluarga jenazah di Sumba Barat dan urusan administrasi segera diselesaikan, sehingga bisa dipulangkan ke kampung halamannya Senin (27/2).
Dia menyebutkan, hingga kini jumlah TKI dari Nusa Tenggara Timur yang meninggal terhitung sejak awal tahun 2017 sebanyak 16 orang.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI-Polri berhasil evakuasi jenazah pilot Smart Air dari Korowai ke Timika
12 February 2026 15:31 WIB
KNKT: Pesawat ATR pecah berhamburan usai terhambur menabrak Gunung Bulusaraung
19 January 2026 6:53 WIB
Indonesia usahakan pemulangan segera jenazah WNI korban kebakaran Hong Kong
05 December 2025 17:11 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB