10.000 anakan cendana dari BNPB untuk NTT
Rabu, 18 Desember 2019 13:11 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (TNI) Doni Monardo melakukan penanaman pohon Cendana di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (18/12/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang).
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyerahkan bantuan pepohonan berupa 10.000 anakan cendana dan 1.000 anakan pohon aren untuk ditanam pada kawasan yang rawan bencana tanah longsor dan kekeringan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan bantuan pohon cendana dan aren itu dilakukan secara simbolis oleh Letjen TNI Doni Monardo kepada Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore setelah menanam anakan pohon cendana di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (18/12).
Doni Munardo berada di Nusa Tenggara Timur selama empat hari untuk melihat secara langsung kabupaten/kota di NTT yang masuk dalam daerah rawan bencana alam banjir, gunung berapi serta tanah longsor.
Ia mengatakan, bantuan pohon cendana dan pohon Aren sebagai bentuk perhatian dari BNPB dalam mengatasi persoalan kebencanaan yang setiap tahun melanda provinsi berbasis kepulauan ini.
"Kasus bencana alam di NTT termasuk tinggi sehingga dibutuhkan berbagai upaya penanggulangan secara dini sehingga tidak terjadi bencana yang menimbulkan korban jiwa," ujar Doni.
Menurutnya, upaya penanggulangan bencana oleh pemerintah daerah sangat dibutuhkan dengan menggerakan semua masyarakat dengan melakukan penanaman pohon diberbagai tempat yang rawan bencana tanah longsor dan banjir.
"Kami harapkan melalui bantuan 10.000 cendana dan pohon Aren bisa membantu pemerintah NTT dan Kota Kupang menjadi lebih hijau sehingga bisa terhindari dari ancaman bencana alam angin kencang, puting beliung dan masalah kekeringan," jelasnya.
Menurut dia, NTT masuk dalam daerah rawan bencana tanah longsor, banjir dan tsunami dan letusan gunung berapi serta gempa bumi.
Ia mengatakan, kedatanganya ke NTT untuk memberikan semangat dan motifasi kepada para kepala daerah di NTT untuk secara serius menanggulangan bencana alam. Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore (kiri) mengalungkan kain tenun ikan NTT kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (TNI) Doni Monardo yang berkunjung ke Kota Kupang, Rabu (18/12/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
"Kami hadir di NTT untuk memberitahukan kepada masyarakat, pejabat daerah dan kepala desa untuk melakukan berbagai langkah-langkah strategis yang berkaitan dengan kebencanaan mulai dari penanggulangan, kesiap siagaan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusianya maupun anggaran sehingga benar-benar siap menghadapi berbagai bencana yang terjadi," tambah Doni Monardo.
Penyerahan bantuan pohon cendana dan aren itu dilakukan secara simbolis oleh Letjen TNI Doni Monardo kepada Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore setelah menanam anakan pohon cendana di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (18/12).
Doni Munardo berada di Nusa Tenggara Timur selama empat hari untuk melihat secara langsung kabupaten/kota di NTT yang masuk dalam daerah rawan bencana alam banjir, gunung berapi serta tanah longsor.
Ia mengatakan, bantuan pohon cendana dan pohon Aren sebagai bentuk perhatian dari BNPB dalam mengatasi persoalan kebencanaan yang setiap tahun melanda provinsi berbasis kepulauan ini.
"Kasus bencana alam di NTT termasuk tinggi sehingga dibutuhkan berbagai upaya penanggulangan secara dini sehingga tidak terjadi bencana yang menimbulkan korban jiwa," ujar Doni.
Menurutnya, upaya penanggulangan bencana oleh pemerintah daerah sangat dibutuhkan dengan menggerakan semua masyarakat dengan melakukan penanaman pohon diberbagai tempat yang rawan bencana tanah longsor dan banjir.
"Kami harapkan melalui bantuan 10.000 cendana dan pohon Aren bisa membantu pemerintah NTT dan Kota Kupang menjadi lebih hijau sehingga bisa terhindari dari ancaman bencana alam angin kencang, puting beliung dan masalah kekeringan," jelasnya.
Menurut dia, NTT masuk dalam daerah rawan bencana tanah longsor, banjir dan tsunami dan letusan gunung berapi serta gempa bumi.
Ia mengatakan, kedatanganya ke NTT untuk memberikan semangat dan motifasi kepada para kepala daerah di NTT untuk secara serius menanggulangan bencana alam. Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore (kiri) mengalungkan kain tenun ikan NTT kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (TNI) Doni Monardo yang berkunjung ke Kota Kupang, Rabu (18/12/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
"Kami hadir di NTT untuk memberitahukan kepada masyarakat, pejabat daerah dan kepala desa untuk melakukan berbagai langkah-langkah strategis yang berkaitan dengan kebencanaan mulai dari penanggulangan, kesiap siagaan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusianya maupun anggaran sehingga benar-benar siap menghadapi berbagai bencana yang terjadi," tambah Doni Monardo.
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korban meninggal akibat banjir di Aceh, Sumut, Sumbar bertambah jadi 442 jiwa
01 December 2025 9:48 WIB
BNPB: 17 jenazah santri korban gedung Pesantren Al Khoziny diserahkan ke pihak keluarga
07 October 2025 9:13 WIB
BNPB: Jalur udara menjadi opsi utama penanganan banjir bandang di Nagekeo
10 September 2025 14:17 WIB
Gubernur NTT meminta BNPB kirim helikopter jangkau desa terisolir banjir
10 September 2025 13:09 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko IPK: Komunitas Tionghoa berperan signifikan dalam pembangunan bangsa
17 February 2026 10:32 WIB
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB