Kekeringan Tak Pengaruhi Hasil Pertanian
Rabu, 11 Oktober 2017 13:07 WIB
Sekelompok anak kecil sedang menimbah air di sebuah daerah pedalaman Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur Hadji Husen mengatakan kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah NTT saat ini, sama sekali tidak mempengaruhi hasil pertanian.
"Kita sudah masuk musim kemarau dan kita tidak bisa menghindarinya karena alam NTT memang seperti itu. Tetapi tahun ini sebenarnya hasil pertanian kita cukup bagus. Semua petani dapat hasil bagus," kata Hadji Husen kepada wartawan di Kupang, Rabu.
Dia mengemukakan hal itu ketika ditanya tentang dampak kekeringan terhadap hasil pertanian di provinsi berbasis kepulauan itu.
Husen mengatakan hampir semua wilayah di NTT saat ini dilaporkan mengalami kekeringan hebat, dan telah berdampak pada kesulitan air bersih warga karena sumber-sumber mata air mengering.
"Yang dirasakan masyarakat saat ini adalah kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara, hasil pertanian mereka masih mencukupi," ujarnya.
Dia mengatakan, alam NTT menyimpan banyak sekali pangan yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau yang selalu berujung paceklik.
"Soal musim kemarau sampai membawa dampak kekeringan, itu hal biasa bagi masyarakat NTT, karena alam kita memang demikian," katanya menambahkan.
Dia menambahkan selain buah-buahan dan jagung, setiap pulau atau daerah di NTT memproduksi umbi-umbian yang bisa menjadi makanan bagi masyarakat setempat.
Husen mengatakan saat ini stok beras yang beredar di masyarakat mulai berkurang, walaupun masih terdapat 180.000 ton yang berada di gudang dan petani.
"Peredaran beras di masyarakat sekarang ini menipis. Sementara jagung dan umbi-umbian justeru melimpah di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau," katanya.
Karena itu, walaupun kekeringan hebat melanda wilayah itu, sema sekali tidak berdampak pada masalah pangan, apalagi saat ini masyarakat sudah mulai bersiap-siap untuk menanam kembali.
"Kita sudah masuk musim kemarau dan kita tidak bisa menghindarinya karena alam NTT memang seperti itu. Tetapi tahun ini sebenarnya hasil pertanian kita cukup bagus. Semua petani dapat hasil bagus," kata Hadji Husen kepada wartawan di Kupang, Rabu.
Dia mengemukakan hal itu ketika ditanya tentang dampak kekeringan terhadap hasil pertanian di provinsi berbasis kepulauan itu.
Husen mengatakan hampir semua wilayah di NTT saat ini dilaporkan mengalami kekeringan hebat, dan telah berdampak pada kesulitan air bersih warga karena sumber-sumber mata air mengering.
"Yang dirasakan masyarakat saat ini adalah kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara, hasil pertanian mereka masih mencukupi," ujarnya.
Dia mengatakan, alam NTT menyimpan banyak sekali pangan yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau yang selalu berujung paceklik.
"Soal musim kemarau sampai membawa dampak kekeringan, itu hal biasa bagi masyarakat NTT, karena alam kita memang demikian," katanya menambahkan.
Dia menambahkan selain buah-buahan dan jagung, setiap pulau atau daerah di NTT memproduksi umbi-umbian yang bisa menjadi makanan bagi masyarakat setempat.
Husen mengatakan saat ini stok beras yang beredar di masyarakat mulai berkurang, walaupun masih terdapat 180.000 ton yang berada di gudang dan petani.
"Peredaran beras di masyarakat sekarang ini menipis. Sementara jagung dan umbi-umbian justeru melimpah di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau," katanya.
Karena itu, walaupun kekeringan hebat melanda wilayah itu, sema sekali tidak berdampak pada masalah pangan, apalagi saat ini masyarakat sudah mulai bersiap-siap untuk menanam kembali.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi XIII DPR menyarankan pidana kerja sosial ditempatkan di Nusakambangan
11 February 2026 7:37 WIB
BI meluncurkan buku pedoman bisnis pertanian guna mendukung ketahanan pangan
10 February 2026 8:45 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB