Kepala Sekolah Harus Kreatif
Sabtu, 4 November 2017 20:51 WIB
Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat melantik para kepala SMA/SMK Regional I meliputi Kabupaten Ende,Sikka, Flores Timur, dan Lembata di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Sabtu (4/11). (Foto ANTARA/Bernadus Tokan)
Larantuka (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta para kepala sekolah agar kreatif dalam menjalankan manajemen sekolah untuk memajukan pendidikan.
"Kreatifitas para kepala sekolah ini penting untuk memajukan pendidikan, terutama pada sekolah yang dipimpinnya," kata Gubernur Lebu Raya saat mengukuhkan 56 kepala SMA/SMK Regional I yang meliputi Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Sabtu.
Gubernur Lebu Raya juga berpesan agar para kepala sekolah harus mendukung program pemerintah dalam membangun pendidikan di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
"Saya berpesan kepada para kepala sekolah agar mendukung program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terutama enam tekad pemerintah," kata Lebu Raya.
Enam tekad yang dimaksud Gubernur Lebu Raya adalah menjadi NTT sebagai provinsi jagung, ternak, koperasi, cendana, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.
Pendidikan, kata Gubernur Lebu Raya, harus memampukan anak-anak dapat menghadap setiap tantangan hidup dan masa depan dengan lebih baik.
"Pendidikan karakter penting. Pemimpin harus menjadi contoh penerapan karakter manusia Indonesia yang Pancasilais agar ideologi dan nasionalisme tetap terjaga," katanya menambahkan.
Tugas lain harus dilakukan kepala sekolah adalah turut menjaga empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Gubernur Lebu Raya juga meminta Badan Kepegawaian Daerah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah secara berkala.
"Harus ada evaluasi berkala terhadap kinerja para kepala sekolah dalam bentuk uji kompetensi karena tugasnya memang sangat berat," katanya.
Gubernur juga mengingatkan para kepala sekolah untuk meningkatkan disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan siswa, karyawan dan guru.
"Kalau kepala sekolah masuk jam 10.00 dan guru serta karyawan masuk jam 11 jangan salahkan mereka, karena kita telah memberi contoh yang salah kepada mereka," katanya.
"Kreatifitas para kepala sekolah ini penting untuk memajukan pendidikan, terutama pada sekolah yang dipimpinnya," kata Gubernur Lebu Raya saat mengukuhkan 56 kepala SMA/SMK Regional I yang meliputi Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Sabtu.
Gubernur Lebu Raya juga berpesan agar para kepala sekolah harus mendukung program pemerintah dalam membangun pendidikan di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
"Saya berpesan kepada para kepala sekolah agar mendukung program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terutama enam tekad pemerintah," kata Lebu Raya.
Enam tekad yang dimaksud Gubernur Lebu Raya adalah menjadi NTT sebagai provinsi jagung, ternak, koperasi, cendana, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.
Pendidikan, kata Gubernur Lebu Raya, harus memampukan anak-anak dapat menghadap setiap tantangan hidup dan masa depan dengan lebih baik.
"Pendidikan karakter penting. Pemimpin harus menjadi contoh penerapan karakter manusia Indonesia yang Pancasilais agar ideologi dan nasionalisme tetap terjaga," katanya menambahkan.
Tugas lain harus dilakukan kepala sekolah adalah turut menjaga empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Gubernur Lebu Raya juga meminta Badan Kepegawaian Daerah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah secara berkala.
"Harus ada evaluasi berkala terhadap kinerja para kepala sekolah dalam bentuk uji kompetensi karena tugasnya memang sangat berat," katanya.
Gubernur juga mengingatkan para kepala sekolah untuk meningkatkan disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan siswa, karyawan dan guru.
"Kalau kepala sekolah masuk jam 10.00 dan guru serta karyawan masuk jam 11 jangan salahkan mereka, karena kita telah memberi contoh yang salah kepada mereka," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB
DPR nilai kasus siswa SD bunuh diri di NTT jadi momentum atasi kemiskinan struktural
04 February 2026 15:04 WIB
DPR menilai insiden siswa bunuh diri di NTT jadi alarm serius pemenuhan hak anak
04 February 2026 9:22 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB