NTT Telah Membentuk 12 Kampung Siaga Bencana
Sabtu, 18 November 2017 17:39 WIB
Bencana tanah longsor yang mengakibatkan ruas jalan terputus. (Foto Ist)
Kupang (Antara NTT) - Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membentuk 12 kampung siaga bencana (KSB) di enam kabupaten di daratan Pulau Timor selama 2017 guna menyiapkan masyarakat dalam upaya penangulangan bencana alam.
"Fokus pembentukan kampung siaga bencana tersebut pada daerah-daerah yang rawan bencana seperti di daratan Pulau Timor guna mempersiapakan warga secara dini dalam menghadapi bencana alam yang selalu menimpa masyarajat," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nusa Tenggara Timur Irfan Mega kepada Antara di Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan masyarakat yang berada di kampung siaga bencana akan dilatih secara khusus tentang proses penyelamatan korban, proses evakuasi serta pembangunan dapur umum dalam menghadapi bencana alam.
"Jika semua masyarakat memiliki pemahaman tentang tugas yang dilakukanya saat bencana maka proses penangulangan bencana bisa dilakukan masyarakat secara mandiri sebelum bantuan pertolongan dari pemerintah tiba," kata Mega.
Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi yang rawan bencana alam harusnya lebih tanggap dalam menghadapi musibah.
"Kita harapkan dengan pembentukan KSB ini masyarakat memiliki keahlian dalam mitigasi dan evakuasi bencana alam yang sering melanda masyarakat NTT," tegasnya.
Ia mengatakan, setelah pembentukan KSB semua fasilitas seperti peralatan dapur umum, tenda dan peralatan evakuasi dihibahkan kepada masyarakat setempat, guna memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai upaya penangulangan apabila terjadi bencana alam.
"Fokus pembentukan kampung siaga bencana tersebut pada daerah-daerah yang rawan bencana seperti di daratan Pulau Timor guna mempersiapakan warga secara dini dalam menghadapi bencana alam yang selalu menimpa masyarajat," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Nusa Tenggara Timur Irfan Mega kepada Antara di Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan masyarakat yang berada di kampung siaga bencana akan dilatih secara khusus tentang proses penyelamatan korban, proses evakuasi serta pembangunan dapur umum dalam menghadapi bencana alam.
"Jika semua masyarakat memiliki pemahaman tentang tugas yang dilakukanya saat bencana maka proses penangulangan bencana bisa dilakukan masyarakat secara mandiri sebelum bantuan pertolongan dari pemerintah tiba," kata Mega.
Menurut dia, masyarakat yang bermukim di lokasi yang rawan bencana alam harusnya lebih tanggap dalam menghadapi musibah.
"Kita harapkan dengan pembentukan KSB ini masyarakat memiliki keahlian dalam mitigasi dan evakuasi bencana alam yang sering melanda masyarakat NTT," tegasnya.
Ia mengatakan, setelah pembentukan KSB semua fasilitas seperti peralatan dapur umum, tenda dan peralatan evakuasi dihibahkan kepada masyarakat setempat, guna memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai upaya penangulangan apabila terjadi bencana alam.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB