AS dan Inggris desak perdamaian Yaman setelah ledakan tewaskan 17 orang
Senin, 7 Juni 2021 11:56 WIB
Dokumentasi - Seorang anggota keamanan berjalan menjauh saat debu beterbangan setelah ledakan terjadi di bandara di Aden, Yaman, Rabu (30/12/2020), saat kedatangan pemerintahan Yaman yang baru dibentuk. REUTERS/Fawaz Salman/nz/cfo
Marib, Yaman (ANTARA) - Para diplomat AS dan Inggris mendesak pasukan Houthi untuk mengakhiri serangan di Yaman utara pada Minggu (7/6) setelah sedikitnya 17 orang tewas dalam ledakan, yang dituduh pemerintah dukungan Saudi dilakukan oleh Houthi melalui serangan rudal.
Kelompok Houthi, yang menggulingkan pemerintah dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014 kemudian mengatakan hanya menyerang sebuah kamp militer di Kota Marib pada Sabtu (6/6) dan menyambut baik penyelidikan independen atas insiden tersebut.
Di antara mereka yang tewas dalam ledakan pada Sabtu --di dekat sebuah pompa bensin di Kota Marib-- adalah seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang hangus hingga tak bisa dikenali.
Tayangan Reuters TV menunjukkan sebagian tubuh anak dan seorang pria, yang menurut kementerian dalam negeri adalah ayahnya, terbaring di rumah sakit militer.
Sumber-sumber medis di rumah sakit mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 21 jiwa setelah pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 17 orang.
Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional dan telah memerangi gerakan Houthi selama lebih dari enam tahun, mengatakan ledakan itu --yang menghancurkan pompa bensin dan memusnahkan mobil-- disebabkan oleh rudal Houthi.
Marib telah menjadi titik fokus perang sejak Houthi melancarkan serangan untuk merebut wilayah yang kaya gas --benteng terakhir pemerintah di Yaman utara.
"Kekerasan tidak manusiawi ini harus diakhiri," kata Cathy Westley, kuasa usaha di kedutaan AS, dalam pernyataan.
Baca juga: 35 warga Palestina tewas di Gaza dalam aksi saling serangan udara
Duta Besar Inggris untuk Yaman, Michael Aron, mengatakan di Twitter bahwa keterlibatan serius Houthi dengan upaya PBB untuk mengamankan gencatan senjata nasional akan "mencegah kerugian tragis seperti itu".
Baca juga: Kongo umumkan pengepungan karena serangan militan
Yaman terperosok dalam kekerasan sejak koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 melawan Houthi, yang mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.
Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, termasuk dalam serangan udara koalisi, dan menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan 80 persen penduduk negara itu bergantung pada bantuan. (Reuters)
Kelompok Houthi, yang menggulingkan pemerintah dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014 kemudian mengatakan hanya menyerang sebuah kamp militer di Kota Marib pada Sabtu (6/6) dan menyambut baik penyelidikan independen atas insiden tersebut.
Di antara mereka yang tewas dalam ledakan pada Sabtu --di dekat sebuah pompa bensin di Kota Marib-- adalah seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang hangus hingga tak bisa dikenali.
Tayangan Reuters TV menunjukkan sebagian tubuh anak dan seorang pria, yang menurut kementerian dalam negeri adalah ayahnya, terbaring di rumah sakit militer.
Sumber-sumber medis di rumah sakit mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 21 jiwa setelah pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 17 orang.
Pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional dan telah memerangi gerakan Houthi selama lebih dari enam tahun, mengatakan ledakan itu --yang menghancurkan pompa bensin dan memusnahkan mobil-- disebabkan oleh rudal Houthi.
Marib telah menjadi titik fokus perang sejak Houthi melancarkan serangan untuk merebut wilayah yang kaya gas --benteng terakhir pemerintah di Yaman utara.
"Kekerasan tidak manusiawi ini harus diakhiri," kata Cathy Westley, kuasa usaha di kedutaan AS, dalam pernyataan.
Baca juga: 35 warga Palestina tewas di Gaza dalam aksi saling serangan udara
Duta Besar Inggris untuk Yaman, Michael Aron, mengatakan di Twitter bahwa keterlibatan serius Houthi dengan upaya PBB untuk mengamankan gencatan senjata nasional akan "mencegah kerugian tragis seperti itu".
Baca juga: Kongo umumkan pengepungan karena serangan militan
Yaman terperosok dalam kekerasan sejak koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 melawan Houthi, yang mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.
Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, termasuk dalam serangan udara koalisi, dan menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan 80 persen penduduk negara itu bergantung pada bantuan. (Reuters)
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Stasiun TV nasional Iran dihantam rudal Israel saat sedang bersiaran langsung
17 June 2025 14:32 WIB
IRGC Iran klaim pertahanan Israel lumpuh, rudal penangkis saling serang sendiri
16 June 2025 13:42 WIB
Rusia bilang rencana AS menempatkan rudal di Jerman bisa picu konfrontasi
12 July 2024 13:28 WIB, 2024
Sebuah Rudal Korut ditemukan di Ukraina menggunakan komponen buatan Eropa dan AS
21 February 2024 11:35 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB
Soal Greenland: Uni Eropa menegaskan kedaulatan bukan untuk diperdagangkan
21 January 2026 12:10 WIB