AS desak ASEAN ambil tindakan terhadap Myanmar
Rabu, 14 Juli 2021 17:37 WIB
Arsip foto - Menlu AS Tony Blinken saat berbicara di Gedung Putih di Washington, (ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/am.)
Hanoi (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyampaikan keprihatinan mendalam tentang situasi di Myanmar dan mendesak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengambil tindakan guna mengakhiri kekerasan dan memulihkan demokrasi di negara itu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan pada pertemuan khusus menlu ASEAN-AS yang berlangsung virtual pada Rabu, (14/7).
Blinken mendesak ASEAN untuk mengambil "tindakan segera" atas konsensus dan menunjuk seorang utusan khusus untuk Myanmar, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Konsensus Lima Poin yang telah disepakati para pemimpin ASEAN untuk membantu menyelesaikan krisis Myanmar.
Blinken meminta pembebasan semua orang yang "ditahan secara tidak adil" di negara itu, dan pemulihan transisi demokrasi Myanmar, tutur Price.
ASEAN telah memimpin upaya diplomatik di negara anggota Myanmar sejak kudeta 1 Februari, yang menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan.
Namun, junta Myanmar hanya menunjukkan sedikit tanda untuk mengindahkan konsensus ASEAN, yang dicapai pada April lalu. Konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, pembicaraan politik dilakukan, dan penunjukan utusan khusus regional.
Pertemuan dengan ASEAN adalah yang pertama kali sejak AS dipimpin pemerintahan Presiden Joe Biden, dan terjadi di tengah kekhawatiran di antara para diplomat dan lainnya bahwa Washington belum memberikan perhatian yang cukup pada kawasan yang sangat penting bagi strategi regionalnya untuk melawan kekuatan yang semakin kuat, yaitu China.
Pada pertemuan itu, Blinken juga menekankan penolakan AS terhadap "klaim maritim yang melanggar hukum" oleh China di Laut China Selatan dan mengatakan Washington berdiri bersama sesama negara Asia Tenggara dalam menghadapi paksaan (China), kata Price.
Baca juga: Junta Myanmar tolak kunjungan utusan ASEAN
China mengeklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang disengketakan melalui "sembilan garis putus-putus" berbentuk U, yang dinyatakan secara sepihak dan bersinggungan dengan zona ekonomi eksklusif Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Filipina --seluruhnya merupakan anggota ASEAN.
Baca juga: Utusan PBB sebut Pemerintahan Myanmar terancam karena kekerasan memburuk
Jalur perairan tersebut dilalui perdagangan bernilai triliunan dolar setiap tahunnya. (Reuters)
Pernyataan tersebut ia sampaikan pada pertemuan khusus menlu ASEAN-AS yang berlangsung virtual pada Rabu, (14/7).
Blinken mendesak ASEAN untuk mengambil "tindakan segera" atas konsensus dan menunjuk seorang utusan khusus untuk Myanmar, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Konsensus Lima Poin yang telah disepakati para pemimpin ASEAN untuk membantu menyelesaikan krisis Myanmar.
Blinken meminta pembebasan semua orang yang "ditahan secara tidak adil" di negara itu, dan pemulihan transisi demokrasi Myanmar, tutur Price.
ASEAN telah memimpin upaya diplomatik di negara anggota Myanmar sejak kudeta 1 Februari, yang menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan.
Namun, junta Myanmar hanya menunjukkan sedikit tanda untuk mengindahkan konsensus ASEAN, yang dicapai pada April lalu. Konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, pembicaraan politik dilakukan, dan penunjukan utusan khusus regional.
Pertemuan dengan ASEAN adalah yang pertama kali sejak AS dipimpin pemerintahan Presiden Joe Biden, dan terjadi di tengah kekhawatiran di antara para diplomat dan lainnya bahwa Washington belum memberikan perhatian yang cukup pada kawasan yang sangat penting bagi strategi regionalnya untuk melawan kekuatan yang semakin kuat, yaitu China.
Pada pertemuan itu, Blinken juga menekankan penolakan AS terhadap "klaim maritim yang melanggar hukum" oleh China di Laut China Selatan dan mengatakan Washington berdiri bersama sesama negara Asia Tenggara dalam menghadapi paksaan (China), kata Price.
Baca juga: Junta Myanmar tolak kunjungan utusan ASEAN
China mengeklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang disengketakan melalui "sembilan garis putus-putus" berbentuk U, yang dinyatakan secara sepihak dan bersinggungan dengan zona ekonomi eksklusif Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Filipina --seluruhnya merupakan anggota ASEAN.
Baca juga: Utusan PBB sebut Pemerintahan Myanmar terancam karena kekerasan memburuk
Jalur perairan tersebut dilalui perdagangan bernilai triliunan dolar setiap tahunnya. (Reuters)
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Asia U-20 Putri: Indonesia di posisi ketiga klasemen sementara
07 August 2025 7:53 WIB
Kejuaraan ASEAN U-23 2025 - Filipina peringkat kedua terbaik, ungguli Myanmar dan Kamboja
23 July 2025 8:03 WIB
Kemhan berhasil memulangkan selebgram Arnold Putra yang sempat ditahan di Myanmar
22 July 2025 11:28 WIB
Korban tewas akibat gempa di Myanmar melonjak, junta minta bantuan internasional
29 March 2025 2:49 WIB
Gempa Myanmar-Thailand menewaskan sedikitnya 26 orang dan 43 lainnya terluka
28 March 2025 21:25 WIB
BMKG: Indonesia aman dari gempa magnitudo 7,6 di Myanmar yang merusak hingga Thailand
28 March 2025 21:19 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB