Kata Presiden Maduro surat Vatikan sebagai "ringkasan kebencian"
Kamis, 22 Juli 2021 9:10 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang peluru, disita dari bentrokan antara polisi dan geng baru-baru ini menurut pihat berwenang, saat muncul di televisi, di Karakas, Venezuela, Minggu (11/7/2021). ANTARA FOTO/Miraflores Palace/Handout via REUTERS/HP/djo (via REUTERS/HANDOUT)
Caracas (ANTARA) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Rabu (21/7) menyatakan surat yang dikirim oleh menteri luar negeri Vatikan kepada kalangan bisnis lokal, yang mendesak para politisi Caracas untuk melakukan negosiasi serius guna menyelesaikan krisis negara itu, sebagai "ringkasan kebencian."
Surat dari Menlu Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dibacakan dengan lantang oleh perwakilan Gereja Katolik pada Selasa (20/7) malam di pertemuan tahunan Fedecamaras, federasi bisnis terbesar di negara Amerika Selatan yang menganut Katolik Roma.
Seorang pejabat tinggi pemerintah menghadiri pertemuan itu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun sebagai tanda meredanya ketegangan antara para pemimpin bisnis dan pemerintah sosialis, ketika Maduro membuka ekonomi dalam upaya untuk mengakhiri resesi selama bertahun-tahun di negara OPEC yang dulu makmur itu.
"Ketika semua orang berbicara tentang memproduksi dan mengatasi krisis ekonomi, seorang pendeta yang tidak dikenal...membaca surat dari Pietro Parolin, surat yang merupakan ringkasan kebencian, racun," kata Maduro dalam sebuah penampilan televisi pemerintah pada Rabu, menuduh Parolin campur tangan dalam urusan Venezuela.
Vatikan tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Komentar Maduro muncul ketika pemerintah dan oposisi Venezuela - yang melabeli Maduro sebagai diktator yang mencurangi pemilihan 2018 dan sebagian besar telah memboikot dua pemilihan terakhir - mempersiapkan negosiasi untuk mencoba membangun kondisi pemilihan yang disepakati bersama.
Baca juga: Vatikan sebut gereja tak bisa berkati penyatuan sesama jenis
Baca juga: Paus bertemu Kardinal Angelo Becciu yang dipecatnya
Surat Parolin mengatakan bahwa solusi untuk krisis Venezuela hanya akan datang "jika Venezuela, dan terutama mereka yang memiliki tanggung jawab politik, bersedia untuk duduk dan bernegosiasi secara serius tentang masalah nyata dan menemukan solusi untuk kebutuhan hakiki Venezuela."
Kardinal Venezuela Baltazar Porras bulan lalu mengatakan Gereja bersedia memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak. (Reuters)
Surat dari Menlu Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dibacakan dengan lantang oleh perwakilan Gereja Katolik pada Selasa (20/7) malam di pertemuan tahunan Fedecamaras, federasi bisnis terbesar di negara Amerika Selatan yang menganut Katolik Roma.
Seorang pejabat tinggi pemerintah menghadiri pertemuan itu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun sebagai tanda meredanya ketegangan antara para pemimpin bisnis dan pemerintah sosialis, ketika Maduro membuka ekonomi dalam upaya untuk mengakhiri resesi selama bertahun-tahun di negara OPEC yang dulu makmur itu.
"Ketika semua orang berbicara tentang memproduksi dan mengatasi krisis ekonomi, seorang pendeta yang tidak dikenal...membaca surat dari Pietro Parolin, surat yang merupakan ringkasan kebencian, racun," kata Maduro dalam sebuah penampilan televisi pemerintah pada Rabu, menuduh Parolin campur tangan dalam urusan Venezuela.
Vatikan tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Komentar Maduro muncul ketika pemerintah dan oposisi Venezuela - yang melabeli Maduro sebagai diktator yang mencurangi pemilihan 2018 dan sebagian besar telah memboikot dua pemilihan terakhir - mempersiapkan negosiasi untuk mencoba membangun kondisi pemilihan yang disepakati bersama.
Baca juga: Vatikan sebut gereja tak bisa berkati penyatuan sesama jenis
Baca juga: Paus bertemu Kardinal Angelo Becciu yang dipecatnya
Surat Parolin mengatakan bahwa solusi untuk krisis Venezuela hanya akan datang "jika Venezuela, dan terutama mereka yang memiliki tanggung jawab politik, bersedia untuk duduk dan bernegosiasi secara serius tentang masalah nyata dan menemukan solusi untuk kebutuhan hakiki Venezuela."
Kardinal Venezuela Baltazar Porras bulan lalu mengatakan Gereja bersedia memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak. (Reuters)
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Venezuela: Aksi militer AS terhadap Presiden Maduro dipicu sumber daya alam
06 January 2026 12:13 WIB
Presiden Venesuela Maduro menyatakan tak bersalah atas semua dakwaan di pengadilan New York
06 January 2026 9:18 WIB
Presidennya ditangkap AS, Pemerintah Venezuela bentuk komisi bebaskan Maduro
05 January 2026 14:43 WIB
Menhan Venezuela: Sebagian besar tim pengamanan Maduro tewas saat operasi AS
05 January 2026 10:52 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Penembakan saat Trump makan malam terjadi di hotel tempat Reagan dulu ditembak
26 April 2026 18:14 WIB