DPR desak pemerintah usut kematian Adelina
Sabtu, 17 Februari 2018 14:54 WIB
Ketua Komisi V DPR-RI Fahry Djemi Francis
Kupang (AntaraNews NTT) - Ketua Komisi V DPR-RI Fahry Djemi Francis mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengusut kasus kematian Adelina, TKW asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur di Malaysia yang diduga melibatkan majikannya.
"Saya berharap ini menjadi perhatian serius kita semua, khususnya pemerintah Indonesi dan NTT untuk mengusut tuntas kasus ini," katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu.
Menurut dia, kematian yang menimpa TKW tersebut merupakan satu dari sekian banyak TKW asal NTT yang menjadi korban kekejaman majikan saat menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia.
"Informasi yang saya terima adik kita Adelina meninggal akibat disiksa majikan. Saya rasa ini sudah keterlaluan dan pemerintah menurut saya harus bertindak tegas," katanya menegaskan.
Menurutnya jika hal ini dibiarkan, nantinya akan muncul kesan bahwa Indonesia lamban dalam menanggani kasus kematian dari Adelina.
Menurutnya kematian dari Adelina akibat disiksa oleh majikannya itu jangan dilihat karena Adelina adalah TKW yang berstatus ilegal saat bekerja ke Malaysia.
Namun, yang paling utama adalah respon kemanusiaan pemerintah terkait meninggal warganya secara tidak wajar," tambah politisi dari Partai Gerindra itu.
Ia juga menilai bahwa meninggalkan TKW asal NTT itu menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat NTT, karena memang hingga saat ini kematian para pejuang ekonomi keluarga dari NTT semakin hari terus bertambah.
Adelina dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat. Sebelumnya Adelina dilaporkan mengalami kekurangan gizi dan luka-luka yang diduga disebabkan aksi kekerasan majikannya.
Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara beserta ibu kandung mereka.
KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum serta agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.
Sementara itu jenazah Adelina yang dijadwalkan tiba di Kupang Sabtu pagi pukul 08.35 WIta dengan maskapai penerbangan Garuda ditunda menjadi pukul 12.50 Wita waktu setempat.
"Saya berharap ini menjadi perhatian serius kita semua, khususnya pemerintah Indonesi dan NTT untuk mengusut tuntas kasus ini," katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu.
Menurut dia, kematian yang menimpa TKW tersebut merupakan satu dari sekian banyak TKW asal NTT yang menjadi korban kekejaman majikan saat menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia.
"Informasi yang saya terima adik kita Adelina meninggal akibat disiksa majikan. Saya rasa ini sudah keterlaluan dan pemerintah menurut saya harus bertindak tegas," katanya menegaskan.
Menurutnya jika hal ini dibiarkan, nantinya akan muncul kesan bahwa Indonesia lamban dalam menanggani kasus kematian dari Adelina.
Menurutnya kematian dari Adelina akibat disiksa oleh majikannya itu jangan dilihat karena Adelina adalah TKW yang berstatus ilegal saat bekerja ke Malaysia.
Namun, yang paling utama adalah respon kemanusiaan pemerintah terkait meninggal warganya secara tidak wajar," tambah politisi dari Partai Gerindra itu.
Ia juga menilai bahwa meninggalkan TKW asal NTT itu menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat NTT, karena memang hingga saat ini kematian para pejuang ekonomi keluarga dari NTT semakin hari terus bertambah.
Adelina dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat. Sebelumnya Adelina dilaporkan mengalami kekurangan gizi dan luka-luka yang diduga disebabkan aksi kekerasan majikannya.
Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara beserta ibu kandung mereka.
KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum serta agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.
Sementara itu jenazah Adelina yang dijadwalkan tiba di Kupang Sabtu pagi pukul 08.35 WIta dengan maskapai penerbangan Garuda ditunda menjadi pukul 12.50 Wita waktu setempat.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR: Wacana pengiriman TNI ke Gaza sesuai konstitusi
12 February 2026 15:40 WIB
Komisi III DPR menolak hukuman mati seorang ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya
11 February 2026 13:38 WIB
Komisi XIII DPR menyarankan pidana kerja sosial ditempatkan di Nusakambangan
11 February 2026 7:37 WIB
DPR nilai kasus siswa SD bunuh diri di NTT jadi momentum atasi kemiskinan struktural
04 February 2026 15:04 WIB
Komisi XIII DPR meminta agar kasus bocah SD bunuh diri di NTT tak terulang lagi
04 February 2026 12:45 WIB
DPR menilai insiden siswa bunuh diri di NTT jadi alarm serius pemenuhan hak anak
04 February 2026 9:22 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB