Nilai tukar Rupiah menguat
Senin, 23 Agustus 2021 10:15 WIB
Dokumentasi - Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi, menguat seiring pelaku pasar yang masih optimistis terhadap pemulihan ekonomi global.
Rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.428 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, mengatakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus COVID-19 dan tapering telah menekan aset berisiko dan mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mata uang lainnya pekan lalu.
"Kekhawatiran tersebut kelihatannya masih ada pekan ini. Tapi di pembukaan pasar di awal pekan ini terlihat sentimen pasar lebih positif. Pasar kembali masuk ke aset berisiko memanfaatkan peluang buy on dip (beli saat harga turun)," ujar Ariston.
Indeks saham Asia pagi ini bergerak positif pada pembukaan perdagangan. Sementara nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS.
"Meskipun kondisi ekonomi dibayangi COVID-19, tapi pasar juga terlihat masih optimis terhadap peluang pemulihan ekonomi ke depan. Ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah hari ini terhadap dolar AS," kata Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 terus menurun di mana pada Minggu (22/8) mencapai 12.408 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,98 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 1.030 kasus sehingga totalnya mencapai 126.372 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.276 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,55 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 306.760 kasus.
Baca juga: Rupiah menguat seiring tingginya minat investor asing
Baca juga: IHSG awal pekan menguat
Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat ke kisaran Rp14.423 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.460 per dolar AS.
Pada Jumat (20/8) kemarin, rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.453 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.403 per dolar AS.
Rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.428 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.453 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, mengatakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus COVID-19 dan tapering telah menekan aset berisiko dan mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mata uang lainnya pekan lalu.
"Kekhawatiran tersebut kelihatannya masih ada pekan ini. Tapi di pembukaan pasar di awal pekan ini terlihat sentimen pasar lebih positif. Pasar kembali masuk ke aset berisiko memanfaatkan peluang buy on dip (beli saat harga turun)," ujar Ariston.
Indeks saham Asia pagi ini bergerak positif pada pembukaan perdagangan. Sementara nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS.
"Meskipun kondisi ekonomi dibayangi COVID-19, tapi pasar juga terlihat masih optimis terhadap peluang pemulihan ekonomi ke depan. Ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah hari ini terhadap dolar AS," kata Ariston.
Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 terus menurun di mana pada Minggu (22/8) mencapai 12.408 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,98 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 1.030 kasus sehingga totalnya mencapai 126.372 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.276 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,55 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 306.760 kasus.
Baca juga: Rupiah menguat seiring tingginya minat investor asing
Baca juga: IHSG awal pekan menguat
Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat ke kisaran Rp14.423 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.460 per dolar AS.
Pada Jumat (20/8) kemarin, rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.453 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.403 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu membidik penguatan rupiah semester II 2026 lewat sinergi fiskal-moneter
10 June 2026 13:20 WIB
Nilai tukar rupiah masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan domestik
02 June 2026 11:53 WIB
Presiden menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 12:46 WIB
Menkeu meyakini rupiah menguat seiring dana asing masuk pasar obligasi Indonesia
20 May 2026 8:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
OJK: Pembukaan rekening massal bagi masyarakat strategis untuk keberlanjutan literasi
12 September 2026 19:10 WIB
Bulog NTT membantu penuhi kebutuhan pangan 54.517 keluarga di Kabupaten Kupang
12 September 2026 14:29 WIB