Rupiah menguat seiring tingginya minat investor asing
Jumat, 30 Juli 2021 12:09 WIB
Ilustrasi: Teller sedang menghitung rupiah di atas hamparan dolar AS (ANTARA FOTO)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat, seiring tingginya minat investor asing terhadap obligasi dan saham domestik.
Pada pukul 9.59 WIB rupiah menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.454 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat, mengatakan, harga obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun terlihat naik pagi ini, yang menandakan minat pasar meninggi dan mungkin aliran dana masuk meninggi. IHSG pagi ini juga bergerak menguat.
"The Fed juga masih menjadi pemicu pelemahan dolar AS. Selain itu, semalam data pertumbuhan GDP AS kuartal kedua dirilis di bawah ekspektasi pasar sehingga ini juga memicu pelemahan dolar AS semalam,"
Ekonomi AS tumbuh 6,5 persen pada kuartal II 2021, di bawah estimasi pasar 8,4 persen namun lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 6,3 persen.
Meski demikian, sentimen terhadap aset risiko terlihat tertekan pagi ini dengan penurunan indeks saham Asia dan indeks saham AS berjangka. Nilai tukar emerging market pun terlihat melemah terhadap dolar AS.
Menurut Ariston, faktor tersebut berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.
"Pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kenaikan kasus COVID-19 di dunia, termasuk di Indonesia yang bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi," ujar Ariston.
Di Indonesia, kasus baru COVID-19 di Tanah Air masih relatif tinggi di mana terjadi penambahan 43.479 kasus baru COVID-19 pada Kamis (29/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,33 juta kasus.
Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun masih tinggi yaitu bertambah 1.893 kasus sehingga totalnya mencapai 90.552 kasus.
Meski demikian, sebanyak 2,68 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 554.484 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke area Rp14.510 per dolar AS dengan potensi penguatan ke area Rp14.460 per dolar AS.
Pada Kamis (29/7) rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.483 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.488 per dolar AS.
Baca juga: Dolar jatuh setelah keputusan Fed
Baca juga: Rupiah diperkirakan konsolidasi tunggu hasil pertemuan The Fed
Pada pukul 9.59 WIB rupiah menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.454 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat, mengatakan, harga obligasi Pemerintah Indonesia tenor 10 tahun terlihat naik pagi ini, yang menandakan minat pasar meninggi dan mungkin aliran dana masuk meninggi. IHSG pagi ini juga bergerak menguat.
"The Fed juga masih menjadi pemicu pelemahan dolar AS. Selain itu, semalam data pertumbuhan GDP AS kuartal kedua dirilis di bawah ekspektasi pasar sehingga ini juga memicu pelemahan dolar AS semalam,"
Ekonomi AS tumbuh 6,5 persen pada kuartal II 2021, di bawah estimasi pasar 8,4 persen namun lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 6,3 persen.
Meski demikian, sentimen terhadap aset risiko terlihat tertekan pagi ini dengan penurunan indeks saham Asia dan indeks saham AS berjangka. Nilai tukar emerging market pun terlihat melemah terhadap dolar AS.
Menurut Ariston, faktor tersebut berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.
"Pasar kemungkinan masih mengkhawatirkan kenaikan kasus COVID-19 di dunia, termasuk di Indonesia yang bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi," ujar Ariston.
Di Indonesia, kasus baru COVID-19 di Tanah Air masih relatif tinggi di mana terjadi penambahan 43.479 kasus baru COVID-19 pada Kamis (29/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,33 juta kasus.
Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 pun masih tinggi yaitu bertambah 1.893 kasus sehingga totalnya mencapai 90.552 kasus.
Meski demikian, sebanyak 2,68 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai 554.484 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke area Rp14.510 per dolar AS dengan potensi penguatan ke area Rp14.460 per dolar AS.
Pada Kamis (29/7) rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.483 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.488 per dolar AS.
Baca juga: Dolar jatuh setelah keputusan Fed
Baca juga: Rupiah diperkirakan konsolidasi tunggu hasil pertemuan The Fed
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
Prabowo ungkap temuan tanah jarang monasit bernilai ratusan triliun rupiah di Babel
07 October 2025 9:06 WIB
Rupiah melemah dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan
25 September 2025 10:28 WIB