Macron sebut Prancis dan Inggris akan usulkan zona aman Kabul
Minggu, 29 Agustus 2021 9:51 WIB
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum saat ia mengunjungi tempat kelahiran penyair Prancis Jean De La Fontaine dalam kunjungan satu hari ke daerah utara Prancis, di Chateau Thierry, Prancis, Kamis (17/6/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Pascal Rossignol/Pool/aww/cfo (REUTERS/PASCAL ROSSIGNOL)
Paris (ANTARA) - Prancis dan Inggris akan mengajukan resolusi pada pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin tentang Afghanistan yang mengusulkan zona aman di Kabul untuk mencoba dan melindungi orang-orang yang mencoba meninggalkan negara itu, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, Minggu, (29/8).
"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan tentang Afghanistan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat, China dan Rusia - anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto.
Macron mengatakan pada Sabtu bahwa Prancis mengadakan diskusi awal dengan Taliban tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan dan kemungkinan evakuasi lebih banyak orang dari negara itu.
Baca juga: Warga Afghanistan yang terlantar cari makanan dan perlindungan di Kabul
Baca juga: Presiden Biden janji buru penyerang bandara Kabul
Pasukan militer AS, yang telah menjaga bandara di Kabul, akan ditarik pada tenggat Selasa yang ditetapkan oleh Presiden Joe Biden. Prancis termasuk di antara negara-negara yang juga telah mengakhiri evakuasi dari bandara Kabul. (Antara/Reuters)
"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengadakan pertemuan tentang Afghanistan dengan utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat, China dan Rusia - anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto.
Macron mengatakan pada Sabtu bahwa Prancis mengadakan diskusi awal dengan Taliban tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan dan kemungkinan evakuasi lebih banyak orang dari negara itu.
Baca juga: Warga Afghanistan yang terlantar cari makanan dan perlindungan di Kabul
Baca juga: Presiden Biden janji buru penyerang bandara Kabul
Pasukan militer AS, yang telah menjaga bandara di Kabul, akan ditarik pada tenggat Selasa yang ditetapkan oleh Presiden Joe Biden. Prancis termasuk di antara negara-negara yang juga telah mengakhiri evakuasi dari bandara Kabul. (Antara/Reuters)
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Prancis - Dembele borong dua Gol, Paris Saint-Germain hancurkan Marseille
09 February 2026 8:57 WIB
Liga Prancis - Lyon menang tipis atas Nantes, Lens kembali ke puncak klasemen
08 February 2026 7:12 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB