BKKBN hadirkan edukasi KB bagi keluarga petani NTT
Selasa, 28 September 2021 16:12 WIB
Pencanangan program "Better Farming, Better Life" kolaborasi BKKBN dan Bayer. (ANTARA/HO/Bayer Indonesia)
Jakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadirkan edukasi Keluarga Berencana (KB) yang menyasar keluarga petani di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Edukasi mengenai KB itu diharapkan bisa menurunkan prevalensi stunting di NTT yang saat ini mencapai 42,6 persen melebihi prevalensi nasional yang saat ini di angka 30,8 persen.
"Dari data yang dihimpun BKKBN, terdapat 17.000 keluarga di Indonesia Timur memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan bantuan pencegahan stunting. Makanan bergizi yang cukup dan program keluarga berencana yang baik tidak hanya mempengaruhi kelangsungan hidup anak, tetapi juga kemampuan mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,”kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangannya, Selasa, (28/9).
Program edukasi KB itu juga dimodifikasi dengan memberikan solusi untuk menghadirkan makanan yang bergizi dan juga suplementasi vitamin yang visa turut mendukung turunnya kasus stunting.
Program itu bernama "Better Farming, Better Life" yang menghadirkan edukasi seputar kesehatan baik secara fisik, organ reproduksi, hingga pemenuhan nutrisi untuk keluarga dan wanita di masa kehamilan.
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 angka kelahiran di NTT masih tinggi, di mana setiap perempuan masih memiliki tiga sampai empat anak. Untuk itu penting bagi pemerintah dan swasta berkolaborasi melakukan aksi memberikan pendidikan yang tepat dan menjadi solusi agar kondisi stunting yang tinggi bisa teratasi.
Baca juga: Puncak Bonus Demografi 2020-2030
Nantinya akan ada 4.000 petani wanita dari 12.000 keluarga di tiga kabupaten NTT yaitu Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, dan Kupang yang bisa merasakan manfaat dari program "Better Farming, Better Life".
Baca juga: Alat Kontrasepsi Untuk Cegah Kehamilan
"Kita bersama dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan keluarga petani, menciptakan akses yang lebih efektif terhadap edukasi pentingnya KB dan kontrasepsi oral, serta memenuhi kebutuhan nutrisi mereka,” ujar Hasto.
Edukasi mengenai KB itu diharapkan bisa menurunkan prevalensi stunting di NTT yang saat ini mencapai 42,6 persen melebihi prevalensi nasional yang saat ini di angka 30,8 persen.
"Dari data yang dihimpun BKKBN, terdapat 17.000 keluarga di Indonesia Timur memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan bantuan pencegahan stunting. Makanan bergizi yang cukup dan program keluarga berencana yang baik tidak hanya mempengaruhi kelangsungan hidup anak, tetapi juga kemampuan mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,”kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangannya, Selasa, (28/9).
Program edukasi KB itu juga dimodifikasi dengan memberikan solusi untuk menghadirkan makanan yang bergizi dan juga suplementasi vitamin yang visa turut mendukung turunnya kasus stunting.
Program itu bernama "Better Farming, Better Life" yang menghadirkan edukasi seputar kesehatan baik secara fisik, organ reproduksi, hingga pemenuhan nutrisi untuk keluarga dan wanita di masa kehamilan.
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 angka kelahiran di NTT masih tinggi, di mana setiap perempuan masih memiliki tiga sampai empat anak. Untuk itu penting bagi pemerintah dan swasta berkolaborasi melakukan aksi memberikan pendidikan yang tepat dan menjadi solusi agar kondisi stunting yang tinggi bisa teratasi.
Baca juga: Puncak Bonus Demografi 2020-2030
Nantinya akan ada 4.000 petani wanita dari 12.000 keluarga di tiga kabupaten NTT yaitu Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, dan Kupang yang bisa merasakan manfaat dari program "Better Farming, Better Life".
Baca juga: Alat Kontrasepsi Untuk Cegah Kehamilan
"Kita bersama dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan keluarga petani, menciptakan akses yang lebih efektif terhadap edukasi pentingnya KB dan kontrasepsi oral, serta memenuhi kebutuhan nutrisi mereka,” ujar Hasto.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KemenPPPA : Judi daring telah menjadi ancaman serius bagi keluarga & masa depan anak
23 December 2025 3:11 WIB
Program Kartini mendorong kemandirian ekonomi keluarga pengemudi taksi Bluebird
11 November 2025 10:06 WIB
BNPB: 17 jenazah santri korban gedung Pesantren Al Khoziny diserahkan ke pihak keluarga
07 October 2025 9:13 WIB
KPK telah menelusuri aliran dana kasus Bank BJB kepada keluarga Ridwan kamil
02 October 2025 12:43 WIB
Kuasa Hukum melaporkan rentetan teror yang dialami keluarga Arya Daru ke DPR
30 September 2025 12:04 WIB