DPR apresiasi kolaborasi program kartu prakerja dengan pemda
Rabu, 27 Oktober 2021 20:10 WIB
Suasana acara Temu muka dengan penerima kartu prakerja di Pulau Sumba. ANTARA/HO-Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
Kupang (ANTARA) - Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik atas berbagai kegiatan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk empat kabupaten di Pulau Sumba, dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri dialog dengan perwakilan penerima Kartu Prakerja dari empat kabupaten di Pulau Sumba, di Lelewatu Resort, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, berharap agar potensi sumber daya manusia Kartu Prakerja itu dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah setempat.
“Atas kerja sama erat di level teknis tersebut, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Kami berharap, Program Kartu Prakerja dapat semakin dirasa manfaatnya oleh warga NTT,” katanya dalam rilis yang diterima ANTARA di Kupang, Rabu, (27/10).
Menurut Melki, para penerima Kartu Prakerja itu merupakan produk jadi yang mempunyai keterampilan setelah mengikuti berbagai pelatihan di Program Kartu Prakerja.
"Nah sekarang tinggal bagaimana pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota mengoptimalkan alumni Kartu Prakerja menjadi agen penggerak ekonomi daerah sesuai potensi lokal daerah masing-masing,” ungkap Melki.
Sementara itu Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari memaparkan, sepanjang perjalanan 21 gelombang dari April 2020 hingga saat ini, Program Kartu Prakerja sudah menjaring 11,4 juta penerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak lebih dari 195 ribu orang penerima berasal dari 22 kabupaten dan kota se-NTT.
“Provinsi NTT mengalami kenaikan jumlah penerima Kartu Prakerja sangat signifikan. Pada 2020 ada 77,1 ribu peserta dan tahun ini meningkat menjadi 119,7 ribu peserta. Kami bersyukur, Kartu Prakerja dapat membantu meningkatkan keterampilan sekaligus menjadi program semi bantuan sosial di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi,” kata Denni.
Denni Purbasari juga memaparkan lima bidang pelatihan yang paling diminati penerima Kartu Prakerja di Nusa Tenggara Timur.
Pertama adalah pelatihan penjualan dan pemasaran, seperti Telesales, Bisnis Online, Strategi Penjualan Ritel. Kedua, Gaya Hidup, seperti pelatihan Tata Rias dan Usaha Barber.
Ketiga, Makanan dan Minuman, seperti kursus membuat aneka jajanan, Barista, dan Bisnis Katering. Keempat, Manajemen, di antaranya training Sekretaris, Pengelolaan Waktu, dan Administrasi. Dan kelima, Teknologi Informasi, seperti UX Design, Ms. Office, Coding Website
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menyatakan harapannya agar pemerintah daerah dapat terus berkolaborasi dengan Program Kartu Prakerja.
“Misalnya dengan memfasilitasi pendaftar Program Kartu Prakerja dan juga menjembatani alumni dengan dunia kerja,” kata Rudy yang juga Ketua Pelaksana Komite Cipta Kerja.
Baca juga: Tiga bupati di Sumba paparkan manfaat program kartu prakerja
Baca juga: SPSI NTT minta ubah manfaat kartu prakerja
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri dialog dengan perwakilan penerima Kartu Prakerja dari empat kabupaten di Pulau Sumba, di Lelewatu Resort, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, berharap agar potensi sumber daya manusia Kartu Prakerja itu dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah setempat.
“Atas kerja sama erat di level teknis tersebut, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Kami berharap, Program Kartu Prakerja dapat semakin dirasa manfaatnya oleh warga NTT,” katanya dalam rilis yang diterima ANTARA di Kupang, Rabu, (27/10).
Menurut Melki, para penerima Kartu Prakerja itu merupakan produk jadi yang mempunyai keterampilan setelah mengikuti berbagai pelatihan di Program Kartu Prakerja.
"Nah sekarang tinggal bagaimana pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota mengoptimalkan alumni Kartu Prakerja menjadi agen penggerak ekonomi daerah sesuai potensi lokal daerah masing-masing,” ungkap Melki.
Sementara itu Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari memaparkan, sepanjang perjalanan 21 gelombang dari April 2020 hingga saat ini, Program Kartu Prakerja sudah menjaring 11,4 juta penerima manfaat. Dari jumlah itu, sebanyak lebih dari 195 ribu orang penerima berasal dari 22 kabupaten dan kota se-NTT.
“Provinsi NTT mengalami kenaikan jumlah penerima Kartu Prakerja sangat signifikan. Pada 2020 ada 77,1 ribu peserta dan tahun ini meningkat menjadi 119,7 ribu peserta. Kami bersyukur, Kartu Prakerja dapat membantu meningkatkan keterampilan sekaligus menjadi program semi bantuan sosial di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi,” kata Denni.
Denni Purbasari juga memaparkan lima bidang pelatihan yang paling diminati penerima Kartu Prakerja di Nusa Tenggara Timur.
Pertama adalah pelatihan penjualan dan pemasaran, seperti Telesales, Bisnis Online, Strategi Penjualan Ritel. Kedua, Gaya Hidup, seperti pelatihan Tata Rias dan Usaha Barber.
Ketiga, Makanan dan Minuman, seperti kursus membuat aneka jajanan, Barista, dan Bisnis Katering. Keempat, Manajemen, di antaranya training Sekretaris, Pengelolaan Waktu, dan Administrasi. Dan kelima, Teknologi Informasi, seperti UX Design, Ms. Office, Coding Website
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menyatakan harapannya agar pemerintah daerah dapat terus berkolaborasi dengan Program Kartu Prakerja.
“Misalnya dengan memfasilitasi pendaftar Program Kartu Prakerja dan juga menjembatani alumni dengan dunia kerja,” kata Rudy yang juga Ketua Pelaksana Komite Cipta Kerja.
Baca juga: Tiga bupati di Sumba paparkan manfaat program kartu prakerja
Baca juga: SPSI NTT minta ubah manfaat kartu prakerja
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah alokasikan anggaran senilai Rp612 triliun untuk pendidikan di 2023
05 July 2023 11:28 WIB, 2023
Puspa sebut Prakerja buka gelombang baru setiap dua minggu mulai awal Juni 2023
31 May 2023 16:00 WIB, 2023
Profil - Jangkauan luas Prakerja membantu Erlinda dapat pekerjaan dan berwirausaha
01 December 2022 10:14 WIB, 2022
BNI catat realisasi pembayaran dana Prakerja Mencapai Rp35 miliar per.Mei
17 June 2022 20:32 WIB, 2022
Presiden Jokowi minta Program Kartu Prakerja dievaluasi meski sudah baik
17 June 2022 16:52 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB