Daya tampung kapal ternak capai 500 ekor
Rabu, 9 Mei 2018 10:53 WIB
KM Camara Nusantara III bantuan Kementerian Perhububungan untuk mengangkut ternak dari Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 500 ekor sapi. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi mengatakan kapasitas penampungan kapal ternak yang baru KM Camara Nusantara III hanya mencapai 500 ekor sapi.
"Sebenarnya jumlah atau kapasitas penampungannya tidak jauh berbeda dengan dua kapal ternak lainnya yakni 500 ekor," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu (/9/5).
Hal ini disampaikannya terkait dengan kedatangan kapal pengangkut ternak ketiga yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat NTT yang ingin mendistribusikan sapinya ke luar NTT.
Ia menjelaskan kapasitas pengantarpulauan ternak sapi keluar Nusa Tenggara Timur sudah lebih dari cukup karena memang permintaan sapi yang dikirim sesuai dengan kapasitas kapalnya.
"Pelayaran perdana kapal itu dengan mengangkut 500 ekor sapi dilakukan pada Sabtu (7/5) pekan lalu dengan tujuan Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Kapal ternak untuk NTT sudah tiba Ternak sapi siap diantarpulaukan ke Jakarta
Namun sebenarnya, lanjutnya, kapal pengangkut ternak antarpulau yang baru itu dipersiapkan untuk dua rute pelayaran yakni Kupang-Bangkulu dan Kupang-Jakarta.
"Tetapi saat ini baru dilayani rute Kupang-Jakarta," katanya dan menambahkan PT Pelni (Persero) Cabang Kupang sebagai operator kapal tersebut mengatakan biasanya rute pelayaran mengantarkan sapi ke tempat tujuan mencapai 10 hari.
"Berarti bisa dibilang untuk kapal yang baru itu dalam sebulan bisa 2-3 kali proses pengangkutan dan pengantaran ke daerah tujuan. Namun biasanya ada 10 hari perjalanan," kata Kepala Cabang Pelni Kupang Ishak Gerald.
Tetapi Ishak mengatakan belum bisa memastikan secara pasti berapa lama pelayarannya, sebab rute dari Kupang-Bengkulu belum ada dan masih dalam penjajakan kerja sama. Pihaknya juga masih dalam ujicoba perdana, oleh karena itu jika ada perubahan akan disampaikan lebih lanjut.
"Sebenarnya jumlah atau kapasitas penampungannya tidak jauh berbeda dengan dua kapal ternak lainnya yakni 500 ekor," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu (/9/5).
Hal ini disampaikannya terkait dengan kedatangan kapal pengangkut ternak ketiga yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat NTT yang ingin mendistribusikan sapinya ke luar NTT.
Ia menjelaskan kapasitas pengantarpulauan ternak sapi keluar Nusa Tenggara Timur sudah lebih dari cukup karena memang permintaan sapi yang dikirim sesuai dengan kapasitas kapalnya.
"Pelayaran perdana kapal itu dengan mengangkut 500 ekor sapi dilakukan pada Sabtu (7/5) pekan lalu dengan tujuan Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Kapal ternak untuk NTT sudah tiba Ternak sapi siap diantarpulaukan ke Jakarta
Namun sebenarnya, lanjutnya, kapal pengangkut ternak antarpulau yang baru itu dipersiapkan untuk dua rute pelayaran yakni Kupang-Bangkulu dan Kupang-Jakarta.
"Tetapi saat ini baru dilayani rute Kupang-Jakarta," katanya dan menambahkan PT Pelni (Persero) Cabang Kupang sebagai operator kapal tersebut mengatakan biasanya rute pelayaran mengantarkan sapi ke tempat tujuan mencapai 10 hari.
"Berarti bisa dibilang untuk kapal yang baru itu dalam sebulan bisa 2-3 kali proses pengangkutan dan pengantaran ke daerah tujuan. Namun biasanya ada 10 hari perjalanan," kata Kepala Cabang Pelni Kupang Ishak Gerald.
Tetapi Ishak mengatakan belum bisa memastikan secara pasti berapa lama pelayarannya, sebab rute dari Kupang-Bengkulu belum ada dan masih dalam penjajakan kerja sama. Pihaknya juga masih dalam ujicoba perdana, oleh karena itu jika ada perubahan akan disampaikan lebih lanjut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas: Jasad diduga anak pelatih Valencia B ditemukan dalam bangkai kapal
07 January 2026 10:33 WIB
Gempa 4,9 magnitudo mengguncang Jakarta berpusat di darat 14 KM tenggara Bekasi
20 August 2025 21:38 WIB
Kemenhub: Seluruh penumpang KM Barcelona yang selamat maupun meninggal sudah ditemukan
21 July 2025 10:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Asita NTT menyarankan rute penerbangan baru untuk perkuat kerja sama Sunda Kecil
31 January 2026 19:14 WIB