Sekjen NATO sebut pernyataan Biden bukan lampu hijau invasi Rusia
Jumat, 21 Januari 2022 14:13 WIB
Sekjen NATO Jens Stoltenberg dan Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Eropa dan integrasi Euro-Atlantik Olga Stefanishyna melakukan salam kepalan tangan setelah konferensi pers gabungan, setelah pertemuan di markas besar Aliansi di Brussels, Belgia, Senin (10/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Yves Herman/hp/cfo (REUTERS/YVES HERMAN)
Brussels (ANTARA) - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (20/1) mengatakan bahwa pernyataan "invasi kecil" Presiden AS Joe Biden bukan lampu hijau untuk invasi Rusia terhadap Ukraina.
"Bukan sama sekali," kata Stoltenberg saat wawancara dengan CNN ketika ditanya apakah pernyataan Biden mendukung agresi Rusia.
"Rusia akan diminta bertanggung jawab jika mereka melakukan invasi - dan itu tergantung atas apa yang mereka lakukan," kata Biden kepada awak media sehari sebelum. "Satu hal apabila itu serangan kecil dan kami akhirnya harus berdebat tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," lanjutnya pada Rabu, (19/1).
Pernyataan Biden di konferensi pers Gedung Putih menimbulkan ketidakpastian tentang bagaimana Negara Barat akan merespons, seandainya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina. Hal itu mendorong Gedung Putih untuk kemudian berupaya mengklarifikasi apa yang dimaksud Biden.
Tak lama setelah pernyataan Biden, Gedung Putih menolak isyarat apa pun bahwa serangan militer Rusia dengan skala yang lebih kecil akan menghadapi respons AS yang lebih lemah.
Stoltenberg juga memberitahu CNN bahwa para sekutu sedang berupaya meningkatkan dukungan untuk Ukraina, melihat sanksi terhadap Rusia dan "mempertimbangkan untuk menambah pasukan NATO di wilayah timur aliansi tersebut."
Baca juga: Putin peringatkan Presiden Biden sanksi Barat bisa putuskan hubungan AS-Rusia
Menurutnya, Rusia telah diundang ke sederet pertemuan penyelesaian solusi politik.
Baca juga: Rusia bakal menuntut jaminan keamanan di pertemuan NATO
Di hadapan Negara Barat, Rusia menyajikan daftar tuntutan keamanan pada pembicaraan pekan lalu yang nihil terobosan.
Pejabat Rusia mengelak berencana melakukan serangan, namun Kremlin telah menerjunkan sekitar 100.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina.
Sumber: Antara/Reuters
"Bukan sama sekali," kata Stoltenberg saat wawancara dengan CNN ketika ditanya apakah pernyataan Biden mendukung agresi Rusia.
"Rusia akan diminta bertanggung jawab jika mereka melakukan invasi - dan itu tergantung atas apa yang mereka lakukan," kata Biden kepada awak media sehari sebelum. "Satu hal apabila itu serangan kecil dan kami akhirnya harus berdebat tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," lanjutnya pada Rabu, (19/1).
Pernyataan Biden di konferensi pers Gedung Putih menimbulkan ketidakpastian tentang bagaimana Negara Barat akan merespons, seandainya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina. Hal itu mendorong Gedung Putih untuk kemudian berupaya mengklarifikasi apa yang dimaksud Biden.
Tak lama setelah pernyataan Biden, Gedung Putih menolak isyarat apa pun bahwa serangan militer Rusia dengan skala yang lebih kecil akan menghadapi respons AS yang lebih lemah.
Stoltenberg juga memberitahu CNN bahwa para sekutu sedang berupaya meningkatkan dukungan untuk Ukraina, melihat sanksi terhadap Rusia dan "mempertimbangkan untuk menambah pasukan NATO di wilayah timur aliansi tersebut."
Baca juga: Putin peringatkan Presiden Biden sanksi Barat bisa putuskan hubungan AS-Rusia
Menurutnya, Rusia telah diundang ke sederet pertemuan penyelesaian solusi politik.
Baca juga: Rusia bakal menuntut jaminan keamanan di pertemuan NATO
Di hadapan Negara Barat, Rusia menyajikan daftar tuntutan keamanan pada pembicaraan pekan lalu yang nihil terobosan.
Pejabat Rusia mengelak berencana melakukan serangan, namun Kremlin telah menerjunkan sekitar 100.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina.
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Biden marah karena ICC keluarkan sperintah penangkapan Netanyahu
22 November 2024 9:39 WIB, 2024
Menkeu Sri Mulyani bilang kemenangan Trump berpotensi pengaruhi harga minyak dunia
08 November 2024 17:00 WIB, 2024
Joe Biden khawatir konflik meluas akibat ketegangan Israel dan kelompok Hizbullah
23 September 2024 15:38 WIB, 2024
Joe Biden dan Harris mendapat arahan terkini soal Timteng menjelang negosiasi Doha
15 August 2024 16:32 WIB, 2024