Brussels (ANTARA) - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (20/1) mengatakan bahwa pernyataan "invasi kecil" Presiden AS Joe Biden bukan lampu hijau untuk invasi Rusia terhadap Ukraina.

"Bukan sama sekali," kata Stoltenberg saat wawancara dengan CNN ketika ditanya apakah pernyataan Biden mendukung agresi Rusia.

"Rusia akan diminta bertanggung jawab jika mereka melakukan invasi - dan itu tergantung atas apa yang mereka lakukan," kata Biden kepada awak media sehari sebelum. "Satu hal apabila itu serangan kecil dan kami akhirnya harus berdebat tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," lanjutnya pada Rabu, (19/1).

Pernyataan Biden di konferensi pers Gedung Putih menimbulkan ketidakpastian tentang bagaimana Negara Barat akan merespons, seandainya Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina. Hal itu mendorong Gedung Putih untuk kemudian berupaya mengklarifikasi apa yang dimaksud Biden.

Tak lama setelah pernyataan Biden, Gedung Putih menolak isyarat apa pun bahwa serangan militer Rusia dengan skala yang lebih kecil akan menghadapi respons AS yang lebih lemah.

Stoltenberg juga memberitahu CNN bahwa para sekutu sedang berupaya meningkatkan dukungan untuk Ukraina, melihat sanksi terhadap Rusia dan "mempertimbangkan untuk menambah pasukan NATO di wilayah timur aliansi tersebut."

Baca juga: Putin peringatkan Presiden Biden sanksi Barat bisa putuskan hubungan AS-Rusia

Menurutnya, Rusia telah diundang ke sederet pertemuan penyelesaian solusi politik.

Baca juga: Rusia bakal menuntut jaminan keamanan di pertemuan NATO

Di hadapan Negara Barat, Rusia menyajikan daftar tuntutan keamanan pada pembicaraan pekan lalu yang nihil terobosan.

Pejabat Rusia mengelak berencana melakukan serangan, namun Kremlin telah menerjunkan sekitar 100.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina.

Sumber: Antara/Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024