PM Kanada gunakan UU darurat akhiri protes perbatasan
Selasa, 15 Februari 2022 9:40 WIB
Kendaraan menghalangi jalan di pusat kota saat pengemudi truk dan pendukung terus melakukan protes terhadap mandat vaksin penyakit virus corona (COVID-19) di Ottawa, Ontario, Kanada, Sabtu (12/2/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Blair Gable/hp/cfo (REUTERS/BLAIR GABLE)
Ottawa (ANTARA) - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan akan menerapkan kekuasaan darurat yang jarang digunakan untuk menindak rangkaian protes yang telah menyebabkan penyeberangan menuju Amerika Serikat terputus serta melumpuhkan beberapa kawasan di ibu kota negara, Ottawa.
"Aksi-aksi blokade ini merugikan ekonomi kita dan membahayakan keselamatan masyarakat," kata Trudeau saat konferensi pers, Senin (14/2).
"Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan aksi-aksi ilegal dan berbahaya terus berlangsung," katanya menegaskan.
Undang-undang Darurat 1988, yang akan digunakan Trudeau, memungkinkan pemerintah federal membatalkan kebijakan pemerintah provinsi.
Dengan UU itu, pemerintah federal juga berwenang menerapkan langkah-langkah khusus untuk sementara waktu guna memastikan keamanan dalam keadaan terkendali selama masa darurat nasional.
Untuk dapat diterapkan, tindakan darurat harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Parlemen Kanada dalam tujuh hari. Parlemen memiliki wewenang untuk mencabut langkah tersebut.
Sebelumnya pada Senin, para pemimpin empat provinsi --Alberta, Quebec, Manitoba, dan Saskatchewan-- menyatakan menentang rencana pemberlakuan UU tersebut, yang menurut mereka tidak diperlukan.
Makin banyak kalangan yang menunjukkan rasa frustrasi atas demonstrasi yang terus berlangsung di kota perbatasan di Kanada, yaitu Windsor, Ontario, dan Ottawa.
Para pengritik menganggap polisi terlalu lunak dalam menyikapi aksi protes itu, yang kini telah memasuki pekan ketiga.
"Walaupun mereka sudah melakukan upaya terbaik, sekarang jelas bahwa ada tantangan-tantangan serius terhadap kemampuan petugas penegakan hukum untuk menjalankan tugasnya secara efektif," ujar Truedau.
Ambassador Bridge, rute vital untuk perdagangan yang menghubungkan Kanada ke Detroit, Amerika Serikat, telah diblokade selama enam hari oleh para pengunjuk rasa.
Polisi akhirnya membubarkan mereka pada Minggu (13/2).
Baca juga: Kanada tarik personel militer dari Ukraina di tengah ancaman Rusia
Aksi pemblokiran yang disebut dengan "Konvoi Kebebasan" itu dimulai oleh sopir-sopir truk asal Kanada, yang menentang kewajiban vaksinasi COVID-19 ataupun karantina bagi pengendara pelintas batas.
Baca juga: Paus terluka atas penemuan sisa jasad anak di sekolah Katolik Kanada
Demonstrasi tersebut telah mengundang orang-orang untuk juga menentang kebijakan Trudeau soal apa pun, dari pembatasan terkait pandemi hingga soal pajak karbon.
Sumber: Antara/Reuters
"Aksi-aksi blokade ini merugikan ekonomi kita dan membahayakan keselamatan masyarakat," kata Trudeau saat konferensi pers, Senin (14/2).
"Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan aksi-aksi ilegal dan berbahaya terus berlangsung," katanya menegaskan.
Undang-undang Darurat 1988, yang akan digunakan Trudeau, memungkinkan pemerintah federal membatalkan kebijakan pemerintah provinsi.
Dengan UU itu, pemerintah federal juga berwenang menerapkan langkah-langkah khusus untuk sementara waktu guna memastikan keamanan dalam keadaan terkendali selama masa darurat nasional.
Untuk dapat diterapkan, tindakan darurat harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Parlemen Kanada dalam tujuh hari. Parlemen memiliki wewenang untuk mencabut langkah tersebut.
Sebelumnya pada Senin, para pemimpin empat provinsi --Alberta, Quebec, Manitoba, dan Saskatchewan-- menyatakan menentang rencana pemberlakuan UU tersebut, yang menurut mereka tidak diperlukan.
Makin banyak kalangan yang menunjukkan rasa frustrasi atas demonstrasi yang terus berlangsung di kota perbatasan di Kanada, yaitu Windsor, Ontario, dan Ottawa.
Para pengritik menganggap polisi terlalu lunak dalam menyikapi aksi protes itu, yang kini telah memasuki pekan ketiga.
"Walaupun mereka sudah melakukan upaya terbaik, sekarang jelas bahwa ada tantangan-tantangan serius terhadap kemampuan petugas penegakan hukum untuk menjalankan tugasnya secara efektif," ujar Truedau.
Ambassador Bridge, rute vital untuk perdagangan yang menghubungkan Kanada ke Detroit, Amerika Serikat, telah diblokade selama enam hari oleh para pengunjuk rasa.
Polisi akhirnya membubarkan mereka pada Minggu (13/2).
Baca juga: Kanada tarik personel militer dari Ukraina di tengah ancaman Rusia
Aksi pemblokiran yang disebut dengan "Konvoi Kebebasan" itu dimulai oleh sopir-sopir truk asal Kanada, yang menentang kewajiban vaksinasi COVID-19 ataupun karantina bagi pengendara pelintas batas.
Baca juga: Paus terluka atas penemuan sisa jasad anak di sekolah Katolik Kanada
Demonstrasi tersebut telah mengundang orang-orang untuk juga menentang kebijakan Trudeau soal apa pun, dari pembatasan terkait pandemi hingga soal pajak karbon.
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer menghadapi sidang perdana kasus pemerasan K3
19 January 2026 12:48 WIB
Piala FA - Hancurkan Charlton 5-1, Chelsea menang perdana di bawah Liam Rosenior
11 January 2026 8:16 WIB
Jaksa ungkap peran dua perwira Polri dalam peristiwa pembunuhan Brigadir M Nurhadi
27 October 2025 13:56 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB