Jurnalis Meksiko desak Presiden Lopez hentikan kekerasan terhadap pers
Jumat, 18 Februari 2022 10:48 WIB
Arsip - Sejumlah wartawan Meksiko berkumpul di sekitar foto rekan-rekannya yang dibunuh saat mereka memprotes pembunuhan terhadap jurnalis foto Margarito Martinez dan jurnalis Lourdes Maldonado, di Veracruz, Meksiko, 25 Januari 2022. ANTARA/REUTERS/Yahir Ceballos/as
Mexico City (ANTARA) - Para wartawan di Tijuana, kota perbatasan Meksiko, pada Kamis (17/2) berdemonstrasi untuk mendesak Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengakhiri serentetan kekerasan yang telah menewaskan lima pekerja media tahun ini.
Mereka menjalankan aksi protes itu di dalam dan di luar barak-barak militer di Tijuana, tempat Lopez Obrador mengadakan konferensi pers pagi.
Dua dari lima pekerja media yang tewas tahun ini dibunuh di Tijuana dan protes terjadi pada saat presiden meningkatkan serangan verbalnya terhadap jurnalis.
"Profesi kami sangat terluka. Seperti di seluruh Meksiko, kami bekerja di bawah bayang-bayang diserang dan dibunuh karena pekerjaan kami, dan kejahatan yang dilakukan terhadap kami tidak diatasi," kata reporter lokal Sonia de Anda selama konferensi itu.
Lopez Obrador mengatakan dia menyesali kematian itu dan bahwa tidak akan ada impunitas dalam kasus tersebut. meskipun dia kemudian mengecam jurnalis "bayaran" yang katanya didanai oleh "penjaja pengaruh" dan Amerika Serikat untuk menyerangnya.
Dalam konferensi pers harian, komentar-komentar sengit presiden itu muncul setelah ia selama berhari-hari dihujani kritik tajam karena Lopez Obrador berulang kali menyiarkan dugaan jumlah gaji penyiar berita terkenal Meksiko, Carlos Loret de Mola.
Kecaman Lopez Obrador terhadap Loret muncul setelah reporter itu menerbitkan sebuah laporan, yang berisi tuduhan bahwa salah satu putra presiden tinggal di sebuah rumah di Texas milik seorang eksekutif perusahaan yang melakukan bisnis dengan perusahaan minyak negara Petroleos Mexicanos (Pemex).
"Kami meminta Anda untuk menghentikan pesan kebencian terhadap profesi secara umum, yang menempatkan kita semua dalam situasi yang sama," kata wartawan bernama Alejandra Guerra di luar konferensi pers.
Baca juga: Dua orang wartawan di Meksiko tewas dalam sepekan
Serangkaian kekerasan terhadap jurnalis di negara itu telah menempatkan Lopez Obrador di bawah tekanan internasional, termasuk oleh anggota parlemen Amereka Serikat.
Protes pada Kamis adalah yang terbaru yang diusung oleh wartawan di negara itu.
Baca juga: Meksiko terima lebih banyak jurnalis dan keluarga dari Afghanistan
Awal pekan ini, kalangan pers yang meliput Kongres negara itu berbalik sikap terhadap para legislator, seraya meneriakkan "Kami ingin tetap hidup!"
Sumber: Antara/Reuters
Mereka menjalankan aksi protes itu di dalam dan di luar barak-barak militer di Tijuana, tempat Lopez Obrador mengadakan konferensi pers pagi.
Dua dari lima pekerja media yang tewas tahun ini dibunuh di Tijuana dan protes terjadi pada saat presiden meningkatkan serangan verbalnya terhadap jurnalis.
"Profesi kami sangat terluka. Seperti di seluruh Meksiko, kami bekerja di bawah bayang-bayang diserang dan dibunuh karena pekerjaan kami, dan kejahatan yang dilakukan terhadap kami tidak diatasi," kata reporter lokal Sonia de Anda selama konferensi itu.
Lopez Obrador mengatakan dia menyesali kematian itu dan bahwa tidak akan ada impunitas dalam kasus tersebut. meskipun dia kemudian mengecam jurnalis "bayaran" yang katanya didanai oleh "penjaja pengaruh" dan Amerika Serikat untuk menyerangnya.
Dalam konferensi pers harian, komentar-komentar sengit presiden itu muncul setelah ia selama berhari-hari dihujani kritik tajam karena Lopez Obrador berulang kali menyiarkan dugaan jumlah gaji penyiar berita terkenal Meksiko, Carlos Loret de Mola.
Kecaman Lopez Obrador terhadap Loret muncul setelah reporter itu menerbitkan sebuah laporan, yang berisi tuduhan bahwa salah satu putra presiden tinggal di sebuah rumah di Texas milik seorang eksekutif perusahaan yang melakukan bisnis dengan perusahaan minyak negara Petroleos Mexicanos (Pemex).
"Kami meminta Anda untuk menghentikan pesan kebencian terhadap profesi secara umum, yang menempatkan kita semua dalam situasi yang sama," kata wartawan bernama Alejandra Guerra di luar konferensi pers.
Baca juga: Dua orang wartawan di Meksiko tewas dalam sepekan
Serangkaian kekerasan terhadap jurnalis di negara itu telah menempatkan Lopez Obrador di bawah tekanan internasional, termasuk oleh anggota parlemen Amereka Serikat.
Protes pada Kamis adalah yang terbaru yang diusung oleh wartawan di negara itu.
Baca juga: Meksiko terima lebih banyak jurnalis dan keluarga dari Afghanistan
Awal pekan ini, kalangan pers yang meliput Kongres negara itu berbalik sikap terhadap para legislator, seraya meneriakkan "Kami ingin tetap hidup!"
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Spanyol - Barcelona kembali ke puncak klasemen seusai hantam Levante
23 February 2026 12:11 WIB
Liga Champions - Hattrick Fermin Lopez warnai kemenangan Barcelona atas Olympiacos
22 October 2025 6:27 WIB
Liga Spanyol - Barcelona kokoh di puncak klasemen usai balik kalahkan Valladolid
04 May 2025 8:22 WIB
Presiden Meksiko tidak mau disalahkan setelah bocorkan nomor wartawan
25 February 2024 20:46 WIB, 2024
Galeri Indonesia Kaya perkenalkan alat musik NTT melalui Sasando Rhapsody
16 July 2023 8:59 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Menlu: Kapal Amerika Serikat di Selat Malaka merupakan bagian dari kebebasan navigasi
22 April 2026 16:21 WIB