Presiden Macron desak Putin akhiri operasi militer di Ukraina
Senin, 7 Maret 2022 8:38 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskow, Rusia, Senin (7/2/2022). ANTARA FOTO/Sputnik/Kremlin via REUTERS/rwa/sad. (via REUTERS/SPUTNIK)
Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri operasi militer Rusia di Ukraina dan memastikan perlindungan dan keamanan situs nuklir Ukraina, kata seorang pejabat dari kantor kepresidenan Prancis.
Pejabat Prancis itu mengonfirmasi bahwa Macron telah mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan Putin selama hampir dua jam pada Minggu (6/3).
Media Rusia sebelumnya juga memberitakan tentang pembicaraan terbaru antara Putin dan Macron.
Macron tetap berkomunikasi secara teratur dengan Putin. Namun, seperti upaya internasional lainnya, upaya Macron itu belum berhasil membujuk Moskow untuk membatalkan operasi militer di Ukraina yang sekarang memasuki hari ke-11.
Putin pada Minggu (6/3) mengatakan bahwa kampanyenya di Ukraina berjalan sesuai rencana dan tidak akan berakhir sampai Kiev berhenti berperang.
Pernyataan Putin itu disampaikan saat upaya untuk mengevakuasi warga kota Mariupol gagal untuk hari kedua berturut-turut. Mariupol telah dibombardir secara besar-besaran.
Baca juga: Artikel - Keberpihakan Indonesia dan kemunafikan 'G19'
Putin juga menyampaikan komentarnya itu dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang menyerukan gencatan senjata dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: PBB sebut sedikitnya 350 warga sipil di Ukraina tewas sejak invasi Rusia
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa konflik antara kedua negara tersebut telah menciptakan krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Sumber: Antara/Reuters
Pejabat Prancis itu mengonfirmasi bahwa Macron telah mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan Putin selama hampir dua jam pada Minggu (6/3).
Media Rusia sebelumnya juga memberitakan tentang pembicaraan terbaru antara Putin dan Macron.
Macron tetap berkomunikasi secara teratur dengan Putin. Namun, seperti upaya internasional lainnya, upaya Macron itu belum berhasil membujuk Moskow untuk membatalkan operasi militer di Ukraina yang sekarang memasuki hari ke-11.
Putin pada Minggu (6/3) mengatakan bahwa kampanyenya di Ukraina berjalan sesuai rencana dan tidak akan berakhir sampai Kiev berhenti berperang.
Pernyataan Putin itu disampaikan saat upaya untuk mengevakuasi warga kota Mariupol gagal untuk hari kedua berturut-turut. Mariupol telah dibombardir secara besar-besaran.
Baca juga: Artikel - Keberpihakan Indonesia dan kemunafikan 'G19'
Putin juga menyampaikan komentarnya itu dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang menyerukan gencatan senjata dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: PBB sebut sedikitnya 350 warga sipil di Ukraina tewas sejak invasi Rusia
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut bahwa konflik antara kedua negara tersebut telah menciptakan krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanselir Jerman bilang perang Rusia-Ukraina penyebab pesawat Azerbaijan jatuh
31 December 2024 11:56 WIB, 2024
Paus Fransiskus bilang serangan Israel di Gaza sebagai 'kekejaman luar biasa'
23 December 2024 11:56 WIB, 2024
PBB sampaikan keprihatinan atas laporan keberadaan pasukan Korut di Rusia
31 October 2024 10:32 WIB, 2024
Pentagon bilang sejumlah tentara Korut sudah di dekat perbatasan Ukraina
30 October 2024 16:00 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB