Kapal nelayan Rote hilang kontak di perairan Indonesia-Australia
Sabtu, 26 Maret 2022 16:17 WIB
Tim SAR Basarnas Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat persiapan operasi SAR ke wilayah perairan Indonesia-Australia, Jumat. (Antara/HO-Basarnas Kupang)
Kupang (ANTARA) - Kapal Motor Diaskuri yang ditumpangi tujuh nelayan asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaporkan hilang kontak di wilayah perbatasan laut Indonesia dengan Australia, Kamis (24/3).
"Basarnas Kupang menerima informasi dari BCC (Basarnas Command Center) ada perahu yang mengalami kerusakan mesin di wilayah perairan Indonesia-Australia," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Kupang Emi Friezer di Kupang, Sabtu, (26/3).
Ia menjelaskan tim Basarnas Kupang didukung dengan Kapal Negara SAR Antareja 233 telah diberangkatkan ke lokasi pada Jumat (25/3) untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Sesuai informasi dari Simon Sera, pemilik perahu, KM Dioskuri dinahkodai Wahyu Defretes dengan enam anak buah kapal (ABK), yaitu Bachtiar Domun, Udin, Jun, Rama Pello, Rian dan Kom Pello.
Kapal asal Pulau Rote itu berada di kawasan perairan Indonesia-Australia untuk mencari teripang.
Emi mengatakan sejak Jumat tim SAR bersama Basarnas Command Center terus melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak Australia mengingat posisi KMN Dioskuri yang posisinya berada di daerah sekitar perbatasan antara negara Indonesia dan Australia.
Menurut dia melalui upaya komunikasi dan koordinasi serta pergerakan unsur ke lokasi kejadian diharapkan agar para nelayan dapat segera ditemukan.
Tim SAR yang dilibatkan dalam operasi SAR ke wilayah perairan Australia itu, antara lain tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, ABK KN SAR Antareja 233, personel Satuan Patroli Lantamal VII Kupang serta dari Bakamla Kupang.
Baca juga: Tiga nelayan NTT yang dirawat di Australia terpapar COVID-19
Baca juga: Lantamal VII : Satu nelayan tenggelam ditemukan meninggal
"Basarnas Kupang menerima informasi dari BCC (Basarnas Command Center) ada perahu yang mengalami kerusakan mesin di wilayah perairan Indonesia-Australia," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Kupang Emi Friezer di Kupang, Sabtu, (26/3).
Ia menjelaskan tim Basarnas Kupang didukung dengan Kapal Negara SAR Antareja 233 telah diberangkatkan ke lokasi pada Jumat (25/3) untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Sesuai informasi dari Simon Sera, pemilik perahu, KM Dioskuri dinahkodai Wahyu Defretes dengan enam anak buah kapal (ABK), yaitu Bachtiar Domun, Udin, Jun, Rama Pello, Rian dan Kom Pello.
Kapal asal Pulau Rote itu berada di kawasan perairan Indonesia-Australia untuk mencari teripang.
Emi mengatakan sejak Jumat tim SAR bersama Basarnas Command Center terus melakukan komunikasi serta koordinasi dengan pihak Australia mengingat posisi KMN Dioskuri yang posisinya berada di daerah sekitar perbatasan antara negara Indonesia dan Australia.
Menurut dia melalui upaya komunikasi dan koordinasi serta pergerakan unsur ke lokasi kejadian diharapkan agar para nelayan dapat segera ditemukan.
Tim SAR yang dilibatkan dalam operasi SAR ke wilayah perairan Australia itu, antara lain tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, ABK KN SAR Antareja 233, personel Satuan Patroli Lantamal VII Kupang serta dari Bakamla Kupang.
Baca juga: Tiga nelayan NTT yang dirawat di Australia terpapar COVID-19
Baca juga: Lantamal VII : Satu nelayan tenggelam ditemukan meninggal
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK mengusut asal-usul barang bukti 1,3 kilogram logam mulia pada kasus pajak
16 January 2026 19:57 WIB
PSSI menunggu jawaban FIFA soal wasit Kuwait dalam laga lawan Arab Saudi
26 September 2025 11:11 WIB
BP3MI NTT memfasilitasi pemulangan lima PMI ilegal asal NTT dari Malaysia
25 September 2025 21:02 WIB
Dansatgas Pamtas: Seorang WNI asal TTU tertembak di perbatasan RI-Timor Leste
25 August 2025 22:05 WIB