Logo Header Antaranews Kupang

Pertamina jaga stok BBM hadapi Natal

Rabu, 14 Desember 2016 15:19 WIB
Image Print
Stok BBM di Kupang tetap terjaga jelang Natal dan Tahun Baru 2017
"Untuk menghadapi hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017, kita tetap menjaga stok BBM dalam posisi tetap aman," kata Fanda Chrismianto.

Kupang (Antara NTT) - Branch Marketing Manager PT. Pertamina Nusa Tenggara Timur (NTT) Fanda Chrismianto mengatakan, pihaknya tetap menjaga stok bahan bakar minyak (BBM), untuk menghadapi kemungkinan adanya peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

"Untuk menghadapi hari Raya Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017, kita tetap menjaga stok BBM dalam posisi tetap aman," kata Fanda Chrismianto kepada Antara di Kupang, Rabu terkait antisipasi Pertamina menjelang hari raya.

Menurut dia, stok bahan bakar minyak baik premium, solar, pertamax dan minyak tanah di seluruh wilayah NTT saat ini dalam posisi aman hingga hari raya. Distribusi ke agen-agenpun dilakukan sesuai jadwal.

Bahkan Pertamina siap memberikan tambahan kuota kepada agen-agen penjualan jika ada peningkatan permintaan di pasaran, katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak panik, jika melihat ada antrian BBM di SPBU-SPBU karena stok BBM tetap tersedia.

"Kami tetap menjaga stok untuk memastikan bahwa, tidak ada kelangkaan BBM menjelang maupun selama hari raya," katanya.

Mengenai daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T), dia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memperkuat terminal stok bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga ketersediaan BBM.

"Yang dibutuhkan di daerah 3T adalah lembaga penyalur. Kita perkuat lembaga penyalur sehingga stok BBM tetap terjaga," kata Fanda Chrismianto.

Dia mengatakan, daerah-daerah 3T memang saat ini menjadi perhatian, dengan membangun lembaga-lembaga penyalur BBM agar stok tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.

Lembaga penyalur BBM itu seperti Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN), Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), katanya menjelaskan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026